Pasien Meninggal Akibat COVID-19 di Semarang Tembus Angka 1.000, Ini Faktanya
Di antara wilayah-wilayah yang jumlah kematiannya terbanyak itu ada Kota Semarang. Dikutip dari Liputan6.com pada Senin (16/11), jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia di kota itu menembus angka 1.000 orang dan kemungkinan akan terus bertambah.
Kasus COVID-19 di Indonesia belum juga selesai. Banyaknya kerumunan massa yang muncul belakangan ini menjadi salah satu faktornya. Akibatnya pada Jumat (13/11), jumlah kasus harian mencapai rekor menembus lebih dari 5.000 kasus.
Jumlah penambahan kasus di setiap harinya berjalan seiring dengan terus bertambahnya jumlah kematian. Hingga Minggu (15/11), total sudah ada 15.211 pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19.
Di antara wilayah-wilayah yang jumlah kematiannya terbanyak adalah Kota Semarang. Dikutip dari Liputan6.com pada Senin (16/11), jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia di Semarang menembus angka 1.000 orang dan kemungkinan akan terus bertambah. Berikut fakta selengkapnya:
Pasien Meninggal Tembus Angka Seribu
©ED JONES/AFP
Dilansir dari Website resmi Kota Semarang pada Senin (16/11), jumlah kasus meninggal akibat COVID-19 di Kota Semarang mencapai angka 1.031 pasien. Jumlah itu terdiri dari 739 yang merupakan pasien yang tinggal di Kota Semarang dan 292 pasien yang berasal dari luar Semarang.
Sementara itu, pasien COVID-19 yang masih dirawat di rumah sakit adalah sebanyak 578 pasien. Dengan rincian 391 pasien berasal dari Semarang dan 187 pasien berasal dari luar Kota Semarang.
Penyebab Pertambahan Kasus
©2020 Merdeka.com/liputan6.com
Menurut Pjs Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto, penambahan kasus COVID-19 yang terjadi akhir-akhir ini diduga disebabkan oleh libur panjang yang bertepatan dengan masuknya musim hujan. Menurutnya, momen itu disinyalir membuat transmisi virus terjadi lebih cepat sehingga meningkatkan penyebaran virus.
Untuk mengantisipasi penyebaran yang terus berlanjut, uji usap terus dilakukan. Uji itu dilakukan terhadap kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit komorbid.
“Pembagian vitamin juga terus dilakukan untuk memastikan daya tahan tubuh terjaga,” kata Tavip dikutip dari ANTARA pada Senin (16/11).