Ontologi adalah Kajian Ilmu Filsafat, Lengkap dengan Contoh di Kehidupan Sehari-Hari
Ontologi adalah bagian dari ilmu filsafat yang paling umum dan merupakan bagian dari metafisika. Setiap orang yang pernah mempelajari filsafat, tentu sudah tidak asing dengan istilah ontologi. Istilah ini digunakan untuk mengkaji tentang keberadaan suatu objek berdasarkan fakta yang diperoleh.
Ontologi adalah bagian dari ilmu filsafat yang paling umum dan merupakan bagian dari metafisika. Setiap orang yang pernah mempelajari filsafat, tentu sudah tidak asing dengan istilah ontologi. Istilah ini digunakan untuk mengkaji tentang keberadaan suatu objek berdasarkan fakta yang diperoleh.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ontologi adalah cabang ilmu filsafat yang berkaitan erat dengan hakikat hidup. Sederhananya, ontologi adalah mempelajari suatu situasi atau keadaan yang berdasarkan realitas sebenarnya.
Setiap orang yang belajar ilmu filsafat, penting untuk mengetahui definisi ontologi. Selain itu, contoh ontologi juga bisa dilihat dan ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut pengertian ontologi dan contohnya yang merdeka.com lansir dari berbagai sumber:
Pengertian Ontologi Menurut Para Ahli
© Negative Space
Ontologi adalah salah satu kajian filsafat yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales, Plato, dan Aristoteles. Pada masanya, kebanyakan orang belum membedakan antara penampakan dengan kenyataan.
Thales terkenal sebagai filsuf yang pernah sampai pada kesimpulan bahwa air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula segala sesuatu. Namun yang lebih penting ialah pendiriannya bahwa mungkin sekali segala sesuatu itu berasal dari satu substansi belaka (sehingga sesuatu itu tidak bisa dianggap ada berdiri sendiri).
Ontologi adalah istilah dari bahasa Yunani yang berasal dari kata ontos dan logos. Ontos memiliki arti segala sesuatu yang memiliki wujud atau berwujud. Sementara, logos adalah sebuah ilmu. Dengan begitu bisa diartikan bahwa ontologi adalah ilmu atau teori yang mempelajari mengenai wujud yang ada.
Ontologi bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari mengenai hakikat sesuatu yang berwujud atau sesuatu yang ada berdasarkan logika. Secara keilmuan, ontologi adalah ilmu atau kajian yang membahas tentang yang ada atau teori tentang hakikat sesuatu yang ada. Ontologi termasuk dalam satu di antara lapangan-lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling kuno.
Sederhananya, ontologi dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari mengenai kenyataan yang konkret secara kritis sehingga hakikat dari realitas tersebut bisa dilihat melalui dua sudut pandang. Adapun pengertian ontologi menurut para ahli adalah sebagai berikut:
Aristoteles
Ontologi adalah rangkaian pembahasan mengenai hal uang ada sebagai hal ada atau hal ada sebagai demikian yang mengalami perubahan dalam, sehubungan dengan objeknya.
Suriasumantri
Ontologi adalah ilmu pengetahuan mengenai apa yang ingin kita ketahui dan seberapa jauh kita ingin tahu atau dengan kata lain suatu pengkajian terhadap teori yang ada.
Soetriono
Ontologi adalah asas dalam menerapkan batas atau mengenai ruang lingkup suatu wujud yang menjadi objek dari penelaahan yang merupakan objek ontologi atau objek formal dari pengetahuan serta mengenai penafsiran mengenai hakikat realita.
Contoh Ontologi dalam Kehidupan Sehari-Hari
moneycrashers.com
Sebagaimana kita tahu, bahwa ontologi adalah bagian dari ilmu filsafat yang paling umum dan merupakan bagian dari ilmu metafisika. Menurut KBBI, ontologi adalah cabang ilmu filsafat yang berkaitan erat dengan hakikat hidup.
Filsafat merupakan ilmu yang membahas mengenai segala aspek pemikiran manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu antologi mempelajari tentang keberadaan suatu objek berdasarkan fakta yang bisa diperoleh. Berikut sejumlah contoh ontologi dalam kehidupan sehari-hari:
Ontologi Rumah
Rumah memiliki berbagai macam jenis atau model. Mulai dari minimalis hingga modern, termasuk rumah yang kita tempati sejak zaman dahulu berdiri di atas tanah dan berbentuk dengan model tertentu. Kenyataannya, ketika Anda melihat sebuah hal yang bentuknya rumah, Anda akan selalu mengenali bahwa itu adalah rumah meski ada banyak bentuk dan model rumah.
Sederhananya, meski Anda melihat banyak jenis rumah dengan bentuk berbeda-beda, Anda tetap akan menganggapnya sebagai rumah. Sebab, rumah dikenal sebagai tempat tujuan untuk pulang sehingga membuat kita tetap berpikir bahwa hal tersebut adalah rumah.
Ontologi Teman
Setiap orang tentu memiliki seorang teman. Meski bertahun-tahun tidak bertemu lagi atau dengan tampilan berbeda, kita akan tetap menganggapnya seorang teman. Tanpa mempedulikan keadaan, penampilan, dan sifatnya yang berubah, kita tetap akan menganggapnya seorang teman.
Ontologi Meja
Hampir setiap hari seseorang akan bersinggungan dengan meja. Meski meja memiliki bentuk, warna, dan ukuran yang berbeda-beda, kita tetap akan menganggapnya sebagai meja.
Hal ini yang kemudian menjadi realitas mengenai gambaran yang ada bahwa meja adalah meja dan ada karena bisa dilihat dan berwujud.
Jenis-Jenis Ontologi
Menurut Louis O. Kattsoff, ontologi dibagi menjadi tiga bagian yakni ontologi bersahaja, ontologi kuantitatif dan kualitatif, serta ontologi monistik. Berikut penjelasannya:
1. Ontologi bersahaja sebab segala sesuatu dipandang dalam keadaan sewajarnya dan apa adanya.
2. Ontologi kuantitatif karena dipertanyakannya mengenai tunggal atau jamaknya.
3. Ontologi kualitatif juga berangkat dari pertanyaan, apakah yang merupakan jenis kenyataan itu.
4. Sedangkan ontologi monistik adalah kenyataan itu tunggal adanya, baik keanekaragaman maupun perbedaan dan perubahan dianggap semu belaka.
Aliran dalam Bidang Ontologi
Berikut ini terdapat beberapa aliran dalam bidang ontologi adalah:
1. Monisme
Monisme adalah aliran yang mempercayai bahwa hakikat dari segala sesuatu yang ada adalah satu saja, baik yang asa itu berupa materi maupun rohani yang menjadi sumber dominan dari yang lainnya.
2. Dualisme
Dualisme meyakini sumber asal segala sesuatu terdiri dari dua hakikat, yaitu materi atau jasad dan jasmani atau spiritual. Kedua macam hakikat itu masing-masing bebas dan berdiri sendiri, sama-sama abadi dan azali.
3. Materialisme
Materialisme menganggap bahwa yang ada hanyalah materi dan bahwa segala sesuatu yang lainnya yang kita sebut jiwa atau roh tidaklah merupakan suatu kenyataan yang berdiri sendiri.
4. Idealisme
Idealisme merupakan lawan dari materialisme yang juga dinamakan spiritualisme. Aliran ini menganggap bahwa hakikat kenyataan yang beraneka warna itu semua berasal dari roh (sukma) atau yang sejenis dengan itu.
5. Agnostisisme
Agnostisisme adalah paham yang mengingkari bahwa manusia mampu mengetahui hakikat yang ada baik yang berupa materi ataupun yang ruhani. Aliran ini juga menolak pengetahuan manusia tentang hal yang transenden.