LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Mantan Napi Ini Sukses Jadi Pengusaha Singkong, Produksi hingga 4 Ton Per Hari

Dulunya, Hardadi merupakan seorang narapidana. Namun setelah menjalani masa hukuman pada tahun 2009, dia bertekad untuk maju. Kini dia sukses menjadi pengusaha singkong.

2021-12-01 16:35:00
Jateng
Advertisement

Seseorang yang memiliki masa lalu kelam bukan berarti ia tak bisa mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Berkat niat dan usaha yang keras, nyatanya banyak orang-orang yang sukses walau masa lalunya begitu kelam.

Begitulah perjalanan hidup Hardadi. Dulunya, dia adalah seorang narapidana di Lapas Kelas I Surakarta. Selesai menjalani masa hukuman pada tahun 2009, ia langsung bertekad membuat hidupnya menjadi lebih baik.

Walhasil, berkat usaha dan kemauan yang kuat, kini Hardadi sukses menjadi pengusaha makanan olahan berbahan dasar singkong. Berikut selengkapnya:

Advertisement

Produksi hingga 4 Ton Per Hari

©YouTube/Fokus Indosiar

Advertisement

Mengutip dari kanal YouTube Fokus Indosiar pada Selasa (30/11), setelah bebas dari penjara, Hardadi menafkahi hidup dengan berjualan singkong keliling kampung. Pada awalnya ia hanya menggoreng 5 kg singkong per hari. Namun kini dia melalui perusahaannya mampu memproduksi 4 ton produk olahan singkong per hari.

Berbagai makanan olahan singkong tersedia di kafe yang ia kelola di antaranya singkong keju, original, singkong cokelat, singkong sambal matah, singkong telo, dan masih banyak lagi. Tak hanya di seputaran Salatiga, para pembelinya berdatangan dari luar kota.

“Pasti beli mampir ke sini. Karena keluarga juga suka. Kita buat oleh-oleh juga. Jadi kita kasih referensi ke teman, di Salatiga ada singkong enak, nih,” kata Ayu Rahayu, pembeli asal Semarang.

Pekerja dari Kaum Rentan

©YouTube/Fokus Indosiar

Dalam mencari karyawan, Hardadi banyak mencari pekerja dari kaum difabel dan teman-temannya mantan narapidana. Hal tersebut ia lakukan demi menolong mereka yang sulit mendapatkan pekerjaan karena katerbatasan yang dimilikinya.

“Di sini ada beberapa yang difabel yang punya keterbelakangan mental, ada juga yang pernah kerja di sini buta tapi Alhamdulillah dua tahun di sini sekarang dia daftar PNS dan diterima. Itu suatu kebahagiaan buat kami,” ungkap Hardadi, mengutip dari kanal YouTube Fokus Indosiar.

Di kafe tersebut, produk olahan singkong dijual mulai dari harga Rp8 ribu sampai dengan Rp75 ribu.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.