Keunikan Tradisi Slup-Slupan di Semarang, Ritual Masuk ke Rumah Baru
Di Semarang, Jawa Tengah, ada sebuah tradisi unik bernama Slup-Slupan. Tradisi ini merupakan sebuah ritual untuk masuk ke rumah baru.
Masyarakat Jawa terkenal akan tradisinya yang beragam. Di Semarang, Jawa Tengah, ada sebuah tradisi unik bernama Slup-Slupan.
Tradisi yang dilakukan warga Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang itu merupakan sebuah ritual untuk masuk ke rumah baru.
Dilansir dari kanal YouTube SCTV – Indosiar Jateng pada Senin (5/12), prosesi Slup-Slupan ditandai dengan datangnya rombongan wanita dan pria dari arah yang berlawanan. Rombongan pria membawa pusaka peninggalan leluhur, sementara rombongan wanita membawa perlengkapan rumah seperti makanan.
Prosesi Slup-Slupan
©YouTube/SCTV - Indosiar Jateng
Acara ini merupakan bagian dari pembukaan sebuah toko batik yang menjual berbagai macam kain batik dengan corak Mataram. Selain itu, acara tersebut juga dimanfaatkan oleh para murid dari Sanggar Budaya Condrowinoto.
“Jadi acara ini sebenarnya dikhususkan untuk penampilan murid-murid Sanggar Condrowinoto yang tadinya dari awal tidak mengenal budaya, lalu saat ini dari tamu bisa melihat sendiri bagaimana anak-anak ini bisa mulai menari, kemudian karawitan, kemudian melakukan hal-hal yang berkaitan dengan budaya. Dan di sanggar ini kami tidak memungut biaya sama sekali,” kata Eropeana Puspitasari, dikutip dari YouTube SCTV – Indosiar Jateng.
Gelar Selamatan
©kemdikbud.go.id
Tradisi Slup-Slupan nyatanya tidak hanya ada di Semarang. Di Desa Sangiran, Sragen, tradisi ini diwujudkan dengan menggelar selamatan secara sederhana. Proses selametan itu dilakukan oleh tuan rumah yang menempati rumah barunya dan mengundang warga.
Dilansir dari Kemdikbud.go.id, ritual ini diawali dengan orang memegang sapu lidi untuk menyapu, sementara satu orang lagi memegang lampu minyak dan tempat air.
Dua orang tersebut akan berdoa terlebih dahulu di depan rumah. Setelah berdoa mereka mengitari rumah dengan menyapu dan menyirami sekeliling rumah dengan air.
Punya Makna Filosofis
©kemdikbud.go.id
Prosesi pada tradisi Slup-Slupan punya makna filosofis yaitu agar rumah menjadi nyaman dan tenteram. Sapu lidi dan kegiatan menyapu dimaknai agar rumah bersih dari berbagai kotoran, baik kotoran fisik maupun non fisik.
Sedangkan lampu minyak dimaknai agar pemilik rumah senantiasa diberi pencerahan dalam hidupnya.
Selain ritual tersebut, juga dilakukan pemasangan padi, tebu, dan kelapa di posisi tengah atap rumah. Pemasangan ubarampe itu dimaksudkan agar pemilik rumah mendapatkan penghidupan yang baik dan terjamin.