Bentrok Perguruan Silat dengan Tukang Parkir di Karanganyar, Begini Kronologinya
Sabtu (27/2), terjadi bentrokan antara tukang parkir dan rombongan perguruan silat di ruas jalan Cemara Kandang, Tawangmangu, Karanganyar. Selama perjalanan, rombongan itu membuat berisik karena knalpot motor yang berbunyi keras. Hal inilah yang memicu bentrokan antara rombongan itu dengan para tukang parkir.
Sabtu (27/2) terjadi bentrokan antara tukang parkir dan rombongan perguruan silat di ruas jalan Cemara Kandang, Tawangmangu, Karanganyar. Kapolsek Tawangmangu, AKP Ismugiyanto mengatakan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, massa perguruan silat itu datang dari Karangpandan, Karanganyar.
Mereka melintasi ruas jalan itu dalam rangka mengikuti kopi darat antar sesama anggotanya. Namun selama perjalanan, rombongan itu membuat berisik karena knalpot motor yang berbunyi keras.
Tindakan itu sempat ditegur oleh para tukang parkir di Cemara Kandang, namun mereka tidak menggubrisnya. Hal inilah yang memicu bentrokan antara rombongan itu dengan para tukang parkir. Berikut selengkapnya:
Rombongan Mendapat Lemparan
Setelah itu, tiba-tiba saja ada lemparan benda yang entah datang dari mana mengenai para pengendara. Karena lemparan ini, bentrokan tidak terhindarkan.
Kegaduhan itupun lantas langsung dilaporkan ke polisi. Setelah menerima laporan itu, anggota Polsek Tawangmangu langsung mendatangi lokasi dan membubarkan kerumunan. Selanjutnya, delapan orang dari pihak yang berselisih dibawa ke Mapolsek Tawangmangu untuk diminta keterangan.
“Setelah itu, kami lakukan mediasi dan mereka sepakat untuk berdamai. Tadi juga ada Pak Camat dan Danramil yang datang menyaksikan mediasi antara kedua belah pihak,” kata AKP Ismugiyanto dikutip dari Liputan6.com pada Minggu (28/2).
Kesaksian Warga
Bes, salah satu warga sekitar, mengatakan bahwa perselisihan antara tukang parkir dan rombongan perguruan silat itu terjadi pada pukul 12.00 WIB. Dia mengatakan, tukang parkir yang terlibat merupakan saudaranya sendiri. Selain itu, Bes juga mengatakan bahwa salah satu warung milik pedagang di Cemara Kandang turut rusak akibat perselisihan itu.
“Tadi langsung didamaikan. Kerugiannya hanya motor dan tadi ada kesepakatan untuk ganti rugi untuk memperbaiki kendaraan adik saya yang rusak. Kalau warungnya tadi tidak meminta ganti rugi. Karena merasa itu aksi massa yang tak bisa dihindari,” kata Bes dikutip dari Liputan6.com.