Warga Bekasi pakai bumbu tak layak konsumsi karena enak dan murah
Bumbu Caswati dihargai Rp 20 ribu perkilogram.
Sejumlah warga sekitar pabrik bumbu tabur tak layak konsumsi di Kampung Rawabugel, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengaku sering mengonsumsi bumbu tersebut. Menurut mereka rasa bumbu yang diproduksi pabrik Caswati itu, terbilang enak.
Nengsih (31) adalah salah satu warga yang kerap membeli bumbu tak layak itu. Dia membeli sebanyak satu kilogram. Harganya pun cukup murah yaitu Rp 20 ribu. "Kalau beli bumbu yang bermerk, mahal," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (14/4).
Bumbu tabur yang ia beli, biasa dibuat masakan mie, sayur lodeh, atau sayur asam. Rasanya pun, kata dia, cukup enak, membuat keluarganya ketagihan. "Anak saya jadi tetap gemuk," katanya.
Meski polisi telah menyatakan bumbu tersebut tidak layak konsumsi, Nengsi mengaku sampai saat ini baik-baik saja selama mengonsumsi bumbu tersebut.
"Saya sudah sepuluh tahun, enggak masalah (mengonsumsi). Keluarga saya sehat-sehat saja," kata dia lagi.
Hari ini aparat Reskrim Polresta Bekasi Kota menggerebek sebuah pabrik rumahan bumbu masak yang diduga tidak layak konsumsi. "Tersangka satu orang, yaitu pemiliknya berinisial Cw," kata Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Rudi Setiawan, Selasa (14/4).
Ia menyebutkan ada tiga bumbu jenis tabur yang diproduksi tersangka. Bumbu itu antara lain, bumbu tabur goreng, bumbu keju, dan balado. Hasil produksi bumbu itu kemudian dijual kepada masyarakat.
"Bahan yang dibuat campuran adalah gula pasir, tepung bawang, dan bumbu tabur goreng diduga rusak," katanya.
Baca juga:
Polisi gerebek pabrik bumbu tak layak konsumsi di Bekasi
Waspada, puding pakai pewarna tekstil beredar di lingkungan sekolah
Akademisi sebut pupuk ZA tak bisa dipakai bikin nata de coco
Pemilik pabrik nata de coco diperas orang ngaku ajudan kapolres