Wagub DKI: Penularan Covid-19 Siswa Bukan di Sekolah, Namun Diperjalanan
Ia merinci, persentase keterpakaian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid sebesar 4 persen, sedangkan tempat tidur ICU 6 persen.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meyakini penularan virus terhadap peserta didik terjadi selama perjalanan dari atau menuju sekolah. Kondisi ini, tidak dapat dikatakan sebagai klaster penularan Covid di sekolah.
"Terjadinya penyebaran bagi anak-anak yang ikut PTM itu sesungguhnya bukan di sekolah, tapi dalam perjalanan pergi dari rumah ke sekolah dan dari pulang sekolah ke rumah," ucap Riza, Senin (22/11).
Dibandingkan dengan temuan kasus terhadap peserta didik, Riza berpendapat justru penularan virus terjadi pada klaster keluarga. Kendati demikian, penularan virus di Jakarta diklaim masih dalam tahap terkendali.
"Dengan penyebaran Covid di Jakarta kita masih terus adanya konsistensi penurunan," ungkapnya.
Ia merinci, persentase keterpakaian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid sebesar 4 persen, sedangkan tempat tidur ICU 6 persen. Performa tersebut menurut Riza dipicu dengan tingkat vaksinasi Covid-19 di Jakarta yang cukup tinggi.
"Tandanya penyebaran Covid di DKI Jakarta sudah menurun seiring dengan peningkatan daripada vaksin di DKI Jakarta," ujarnya.
Data terkahir, Minggu (21/11), jumlah vaksinasi di Jakarta sebanyak 11.501.626 dosis, mencakup dosis pertama dan kedua.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Sadikin menyebutkan bahwa sekolah dan takziah menjadi klaster baru Covid-19 sesuai hasil observasi Kemenkes terhadap 126 kabupaten/kota, sekolah tatap muka dan takziah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.
Baca juga:
Ada Siswa Positif Covid-19 Pemkot Bogor Hentikan PTM di SDN Sukadamai 2
79 Warga Sekolah Positif Covid-19 Saat PTM di Tangsel, Semuanya Sudah Sehat
Pemkot Depok Larang Siswa Belum Divaksinasi Ikut PTM Terbatas
24 Guru dan Pelajar Positif Corona, PTM SD Sukadamai 2 Bogor Dihentikan Sementara
PAUD di Tangerang Tak Bisa PTM, Ketua RW Bantah Sengaja & Sebut Kunci Terbawa Istri
Muncul Klaster Covid-19, Belajar Tatap Muka di Pancoran Mas Depok Dihentikan