Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

79 Warga Sekolah Positif Covid-19 Saat PTM di Tangsel, Semuanya Sudah Sehat

79 Warga Sekolah Positif Covid-19 Saat PTM di Tangsel, Semuanya Sudah Sehat Pembelajaran tatap muka di Pancoran Mas Depok dihentikan. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Penyebaran virus corona terhadap warga sekolah, selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Tangerang Selatan kembali bertambah. Sejak PTM terbatas dilaksanakan 6 September silam, total 79 orang positif Covid. Jumlah itu, naik dari hasil testing acak yang dirilis pada awal November sebanyak 43 warga sekolah.

Kepala Dinas kesehatan Tangsel, Alin Hendarlin mengungkapkan, angka tersebut muncul setelah dilakukan tes acak terhadap 528 warga sekolah mulai jenjang pendidikan TK, SD dan SMP penyelenggara PTM.

"Dari awal (PTM) 6 September sampai minggu lalu, jumlahnya itu ada 79 kasus dari awal," jelas Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendarlin Senin (22/11).

Saat ini seluruhnya telah dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi dan pengobatan secara mandiri.

"Tapi per minggu lalu itu, 59 orang sudah sembuh dan 20 sedang isolasi mandiri. Kalau minggu ini, mungkin sudah sembuh semuanya dan minggu ini belum ditemukan," tegasnya.

Alin menegaskan, pelaksanaan testing acak terhadap warga sekolah di Tangsel, untuk jenjang pendidikan TK, SD dan SMP di Tangsel, akan terus dilakukan guna memastikan kondisi penyebaran virus tersebut, dapat terkendali.

"Rinciannya ada Guru, murid sama OB. Siswa jenjang SD kayanya kebanyakan," jelasnya.

Dia memastikan, dengan 79 orang warga sekolah yang terkonfirmasi positif itu, bukan berarti terdapat klaster PTM di sekolah. Sebanyak jumlah 79 tersebut didapat dari hasil tes terhadap 528 satuan pendidikan.

"Enggak (klaster), karena kan di SD itu cuman satu. Tracing juga sudah dilakukan semuanya dan hasilnya negatif," terang Alin.

Dia meminta warga sekolah untuk tetap patuh dan taat terhadap protokol kesehatan. Dipastikannya, testing dan tracing secara acak serta prokes ketat di sekolah.

"Ini bukan sesuatu yang harus ditakuti, artinya bagaimana PTM terbatas berjalan tetap aman. Kita harus terus melakukan testing dan tracing ini, jadi sekolah juga mohon untuk ini menjadikan agenda rutin untuk terus melakukan testing walaupun cuman random. Peran orang tua dan sekolah bagaimana sekolah konsisten terapkan prokes itu yang paling penting," terangnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP