Wagub DKI: BOR Isolasi Turun Sudah 42 Persen dan ICU 63 Persen
Politikus Gerindra itu mengharapkan kondisi tersebut terus mengalami penurunan. Hal tersebut kata dia, sekaligus membantu meringankan kinerja para tenaga kesehatan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan keterisian tempat tidur rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Ibu Kota terus mengalami penurunan. Sebab awal Juli 2020 keterisian tempat tidur isolasi dan ICU di atas 90 persen.
"Alhamdulillah BOR atau okupansi keterpakaian tempat tidur 4.409 turun lagi sudah 42 persen. Ruang icu (terpakai) 1.198 turun lagi 63 persen," kata Riza di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (8/8).
Politikus Gerindra itu mengharapkan kondisi tersebut terus mengalami penurunan. Hal tersebut kata dia, sekaligus membantu meringankan kinerja para tenaga kesehatan.
"Mudah-mudahan ini pertanda baik di DKI Jakarta makin turun. Nakes semakin berkurang bebannya yang selama ini sudah lebih dari 1,5 tahun membantu masyarkat di wilayah DKI Jakarta dan wilayah lainnya," jelas dia.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyatakan ada penambahan kasus Covid-19 sebanyak 2.008 orang pada Sabtu (7/8/2021).
Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 829.850 kasus.
"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 2.611 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 10.176 (orang yang masih dirawat/ isolasi)," ucap dia.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Kepala BNPB Apresiasi Kelengkapan Fasilitas Isolasi Terpusat di Medan
Moeldoko: Presiden Perintahkan Waspada Keterisian ICU di Luar Jawa
Galang Dana untuk Kapal Isoter Terapung, Emtek Gelar "Konser Amal Indonesia Tangguh"
RS Modular Pertamina Dilengkapi ICU, dan Bisa Tampung Pasien Covid Ibu Hamil
Jokowi Tinjau RS Modular Pertamina Tanjung Duren: Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Jokowi: Pagi Ini BOR di Wisma Atlet 25 Persen
Pemkot Medan Ancam Tutup RS Tagih Biaya Perawatan Pasien Covid-19