Wagub Djarot minta lurah beking petugas BPS sensus ekonomi warga
Sejumlah orang sebelumnya menghalangi petugas BPS saat menyensus ekonomi warga di daerah Pulogadung.
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, tengah melakukan sensus ekonomi. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengharapkan, warga Jakarta tidak menghalang-halangi petugas sensus menghimpun data.
Djarot meminta warga membuka pintu dan memberikan data akurat kepada petugas sensus ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang datang. Permintaan ini termasuk untuk warga penghuni apartemen.
"Kalau sampai mereka tidak boleh masuk sampaikan kepada kami, akan kami kawal, sama Lurah, Ketua RT, dan RW," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Selasa (3/5).
Alasannya, data yang dihimpun nantinya akan mejadi acuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menyusun program kerja tahun mendatang. Terlebih data ketimpangan di Ibu kota saat ini telah mencapai 0,46 persen.
"Ini salah satu cara untuk bisa menurunkan tingkat ketimpangan. 20 persen yang paling kaya-kaya itu cepat sekali pendapatannya, income (pendapatan) per kapita di Jakarta itu hampir USD 14 ribu per tahun. Ini tinggi ya. Tetapi sayangnya tingginya hanya yang ini, yang 20 persen. Yang lainnya lambat," kata politisi PDI Perjuangan ini.
Sebelumnya, sejumlah petugas sensus ekonomi, mendapatkan perlakuan kasar dari sejumlah orang yang berjaga di sebuah pool taksi di kawasan Jalan Ahmad Yani, Pisangan Timur, Pulogadung, Senin (2/5) sore. Tak ayal mereka pun tidak dapat melakukan sensus secara maksimal.
Baca juga:
Petugas BPS gelar sensus ekonomi warga Kampung Luar Batang
BPS gelar sensus ekonomi per dekade, Kadin minta tiap lima tahun
Cerita Ahok bikin ngakak petugas sensus
Warga yang tolak sensus ekonomi bisa kena pidana
Ahok klaim sensus ekonomi bantu program penyaluran kredit pemerintah
Menko Darmin beberkan alasan pentingnya sensus ekonomi tiap 10 tahun
Sensus ekonomi, Menko Darmin ngaku tak punya usaha