Untuk Kualitas Hidup Sehat, Anies Ajak Masyarakat Berhenti Merokok
Dia juga menyatakan bila perokok memiliki risiko lebih besar untuk mengalami gejala berat saat pandemi Covid-19. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan bila sebanyak 26 persen warga Jakarta merupakan perokok.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak masyarakat Ibu Kota untuk bisa berhenti merokok. Hal tersebut disampaikan Anies pada akun instagramnya @aniesbaswedan pada Senin (31/5).
"Berani berhenti merokok apa pun jenisnya," kata Anies dalam unggahan tersebut.
Dia juga menyatakan bila perokok memiliki risiko lebih besar untuk mengalami gejala berat saat pandemi Covid-19. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan bila sebanyak 26 persen warga Jakarta merupakan perokok.
"Dan menghabiskan 10,3 batang per hari (Susenas BPS Maret 2019)," ucapnya.
Karena itu, Anies meminta agar masyarakat mulai berhenti merokok. Selain itu, masyarakat dapat memulai menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.
"Ciptakan kualitas hidup yang lebih sehat bagi diri sendiri dan keluarga, bisa lebih banyak menabung, dan bisa dibelanjakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat," jelas dia.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia menjadi negara peringkat ketiga setelah India dan China untuk jumlah perokok terbesar di dunia.
Menurut dia, jumlah perokok untuk usia 10 hingga 18 tahun juga terus mengalami peningkatan.
"Risiko perokok penyakit tidak menular dan dapat meningkatkan kerentanan paparan terinfeksi virus corona, serta keparahan Covid-19 yang lebih," kata Budi.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Merokok Sembarangan di Kota Bandung Terancam Denda Rp 500 Ribu
Tempat Khusus Merokok Disiapkan di Kawasan Malioboro
Merokok Sembarangan di Malioboro Bisa Didenda Rp7,5 Juta
Malioboro Ditetapkan Sebagai Kawasan Tanpa Rokok
Kementerian PPPA: 2,2 Juta Pelajar Pakai Narkoba, Pintu Masuknya Adalah Rokok
Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Yogyakarta Perkuat Kawasan Tanpa Rokok