Tukang sapu di Jakarta terima gaji melalui transfer
"Ini di Jakarta, bukan di kampung saya. Di setiap sudut Jakarta ada ATM," kata Ahok.
Pemprov DKI bakal memberlakukan gaji melalui transfer untuk semua pegawai di Jakarta. Kebijakan ini untuk mencegah pemotongan gaji secara sepihak oleh operator nakal.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan, kebijakan ini berlaku untuk seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) hingga pegawai honorer seperti penyapu jalan. Penghasilan ini akan ditransfer melalui Bank DKI.
"Semua pegawai honorer harus terima gaji melalui sistem transfer bank. Mereka harus dibuatkan rekening di Bank DKI. Sehingga bisa ditransfer melalui Bank DKI. Jadi tidak ada lagi pejabat lagi yang motong-motong. Harusnya sesuai UMP, tetapi pas tukang sapu terima hanya setengah UMP. Harus langsung," tegas Ahok, sapa Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/12).
Topik pilihan: Jokowi | Ahok : jokowi ahok
Ahok berharap rencana ini bisa direalisasikan tahun depan. Dengan kebijakan ini, gaji pegawai maupun honorer tak ada lagi yang dibayar cash atau tunai.
"Tahun depan harus transfer dengan rekening bank. Pagi-pagi saya sudah ngomong sama Pak Unu (kadis kebersihan). Saya bilang saya sudah nggak mau lagi pakai uang cash. Ini di Jakarta, bukan di kampung saya. Di setiap sudut Jakarta ada ATM. Sekarang tarik duit bisa di semua ATM. Harus pake e-money," tutupnya.
Baca juga:
Jero Wacik: Ahok terlalu berani 'hilangkan' BBM dari Jakarta
Ahok: Transjakarta gratis kalau APBD DKI Rp 100 triliun
Ahok masih geram kebijakan MS Hidayat soal mobil murah
Kecurangan lelang kepsek, Ahok pastikan copot Kadisdik
Penghapusan subsidi BBM di Jakarta hanya untuk mobil pribadi