Ahok masih geram kebijakan MS Hidayat soal mobil murah
Merdeka.com - Pemerintah Pusat memberlakukan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi dengan pemasangan Radio Frequency Identification (RFID). Dengan penggunaan RFID diharapkan dapat mengontrol terhadap penggunaan BBM bersubsidi.
Namun, cara ini dinilai salah sasaran oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok mengatakan pembatasan dengan RFID tidak efektif karena seharusnya RFID tidak diberikan kepada mobil pribadi, terutama mobil murah tetapi angkutan umum.
"Ini dalam rangka soal mobil murah. Dulu Menteri Perindustrian (MS Hidayat) ngomong, mobil murah dijual di luar Jakarta. Faktanya, Jakarta semua mobil murah. Terus dijamin tidak pakai BBM subsidi. Tapi nyatanya Pertamina mengeluarkan RFID. Artinya, mobil mewah dan murah kalau ada RFID berhak pakai BBM subsidi," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/12).
Kebijakan ini bertentangan dengan usaha Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan di ibu kota. Oleh karena itu Ahok menentang cara pembatasan BBM bersubsidi menggunakan RFID. Tapi penolakan ini seakan tidak berpengaruh, karena cara ini telah direalisasikan oleh pemerintah pusat.
"Akibatnya nanti tentu jadi SiLPA, sisa lebih penggunaan anggaran. Di APBN 2015 bisa memanfaatkan uang subsidi BBM ini ke yang lebih berguna," tutupnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya