LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Tukang ojek lokal tersaingi, Go-Jek diancam dianiaya & motor dibakar

Kehadiran Go-Jek ini dianggap menggerus pendapatan penghuni ojek pangkalan.

2015-06-10 13:39:50
Transportasi umum
Advertisement

Nasib miris menimpa para driver Go-Jek. Ojek panggilan via online ini harus menghadapi berbagai ancaman, bahkan dianiaya tukang ojek pangkalan. Kehadiran mereka ini dianggap menggerus pendapatan penghuni ojek pangkalan. Memang saat ini warga Jakarta lebih senang memesan ojek via Go-Jek karena harganya yang lebih murah dan pelayanan lebih baik.

Kejadian penganiayaan ini pertama kali diungkap lewat jejaring sosial Path. Setelah memesan untuk diantar, ternyata driver Go-Jek malah membatalkan pesanannya karena diancam dipukuli dan dibakar motornya. Panggilan ulang kembali dilakukan, dan ancaman itu terjadi di depan mata pelanggan.

"Lu nyari duit di sini, gak bagi-bagi duit sama yang di sini," demikian dikutip dari Path seorang pelanggan Go-Jek. Meski mengalah dan menawar jasa ojek pangkalan, namun mereka justru memasang tarif yang sangat tinggi.

Tak hanya itu, pengalaman serupa juga dibagikan seorang pelanggan lainnya, di mana driver Go-Jek hampir dipukuli di depan pelanggannya. Aksi premanisme juga disebutkan terjadi di Wisma Mulia, Kalibata City dan Dukuh Atas.

"Saya pesen gojek, 10 menit tidak sampai, trus rider nya telepon, katanya telat, karena dia dikejar-kejar ojek deket situ. Di kita bercanda tahunya serius. Ojek-ojek lokal marah-marah bilang kalau enggak pergi, motor tukang gojek mau dibakar. Akhirnya gojek ngalah, saya naik ojek biasa minta Rp 40 ribu, padahal di gojek cuma Rp 27 ribu. Something is wrong in our society," keluh penumpang lainnya.

Menanggapi ancaman yang dihadapi para drivernya, manajemen Go-Jek lantas bereaksi dan menyatakan tidak berupaya menyaingi ojek pangkalan. Manajemen mengaku ingin meningkatkan pendapatan para tukang ojek melalui aplikasi online buatannya.

Lewat keterangannya di situs jejaring sosial Facebook, Go-Jek menyatakan membekali para driver dengan santunan kecelakaan dan asuransi kesehatan. Mereka juga mengajak tukang ojek pangkalan untuk bergabung dengan Go-Jek.

Baca juga:
5 Fakta dibalik 'meledaknya' bisnis antar jemput ojek, Go-Jek
Bisnis Go-Jek, raup untung dari kemacetan Ibu Kota Jakarta
Berkat teknologi, bisnis Go-Jek melejit
Cerita sopir ojek pendapatannya naik drastis berkat Go-Jek
Lebarkan sayap bisnis, Go-Jek kini layani pesan antar makanan

Advertisement
(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.