Bisnis Go-Jek, raup untung dari kemacetan Ibu Kota Jakarta
Merdeka.com - Kemacetan Jakarta ternyata tak melulu buruk. Kemacetan justru menjadi berkah bagi pengusaha muda Nadiem Makarim untuk meraup pundi-pundi kekayaan.
Berawal dari kegemarannya beraktivitas menggunakan ojek, Nadiem mencetuskan ide untuk mengorganisir bisnis jasa transportasi ini. Dia yakin ojek menjadi jasa transportasi potensial untuk menerabas kemacetan jalanan Ibu Kota yang sudah hampir tidak mungkin ditempuh menggunakan kendaraan roda empat.
"Jadi terinspirasi dari saya sendiri," ujar Nadiem kepada merdeka.com di Jakarta, Rabu (8/4).
Berangkat dari pengalamannya itu, Nadiem bersama sejumlah rekannya memutuskan membuka bisnis Go-Jek Indonesia pada 2011. Bisnis Go-Jek kini semakin berkembang.
Atas kinerjanya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok bahkan mengajaknya bekerja sama untuk mewujudkan konsep smart city di Jakarta. Penggunaan teknologi dalam bisnis Go-Jek yang membuat Ahok tertarik menjalin kerja sama.
"Kita mau link-kan dengan Transjakarta termasuk bus tingkat. Jadi nanti masyarakat mungkin bisa tahu kalau mau kemana-mana yang cepat lewat mana. Abis naik bus bisa naik ojek atau apa," ujar Ahok di Kantornya.
Nadiem mengaku pengembangan teknologi IT memang baru dilakukannya pada 2014 lalu. Sebelumnya, bisnisnya ini hanya menerapkan cara konvensional. "Akhirnya baru pada 2014 saya memberikan teknologi dengan membuat aplikasi di smartphone," tuturnya.
Saat ini, Go-Jek menyediakan empat layanan yang bisa dimanfaatkan warga Ibu Kota. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya