TranJakarta Beroperasi Normal Usai Fasilitas Rusak Imbas Demo Beres Diperbaiki, Tarif Rp1 Dicabut
Beberapa halte telah beroperasi dengan normal kembali antara lain Halte Polda Metro Jaya, Istora Mandiri, dan Senayan Bank DKI.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut layanan TransJakarta yang sempat terganggu akibat kerusakan fasilitas saat aksi unjuk rasa telah kembali beroperasi normal. Pramono mengatakan proses pemulihan berjalan cepat, kurang dari satu pekan.
"Seperti yang saya sampaikan, tidak lebih dari tujuh hari semuanya sudah normal kembali. Dan hari ini mohon maaf, tarifnya juga sudah normal kembali," kata Pramono usai meresmikan Halte TransJakarta Jaga Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/9).
Pramono juga mengapresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang telah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki sejumlah fasilitas publik rusak, termasuk halte di kawasan Polda Metro Jaya dan sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Perbaikan Dibagi dengan Kementerian PU
Pramono menuturkan, perbaikan fasilitas tersebut dibagi dua. Menurut dia, Kementerian PU menangani perbaikan JPO dan lift yang pengerjaan fisiknya ditargetkan selesai pada Desember mendatang. Sementara itu, Pemprov Jakarta bersama TransJakarta bertanggung jawab pada perbaikan halte.
Beberapa halte yang juga telah beroperasi dengan normal kembali antara lain Halte Polda Metro Jaya, Istora Mandiri, dan Senayan Bank DKI.
“Seluruh aktivitas transportasi di Jakarta sudah normal semuanya. Tarif juga sudah normal kembali. Mudah-mudahan kehidupan masyarakat Jakarta juga normal kembali,” ujar Pramono.
Selain itu, Pramono juga menyampaikan kabar positif terkait hasil survei internasional dari Time Out yang menempatkan Jakarta di peringkat ke-17 dunia untuk kualitas fasilitas publik. Menurut Pramono, di kawasan ASEAN posisi Jakarta berada tepat di bawah Singapura, mengungguli Kuala Lumpur, Manila, dan Bangkok.
“Mudah-mudahan kita bisa lebih baik, bukan lagi ranking 17, tetapi bisa lebih dari itu,” tandas Pramono.