LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Taufik soal LHKPN: Anggota dewan diminta kolektif

"Diminta kolektif, kita tungguin. Kan gampang isi LHKPN kalau kita bayar pajak benar tinggal masukin," kata Taufik.

2016-04-01 18:07:58
KPK tangkap anggota DPRD DKI
Advertisement

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan Anggota DPRD DKI, Muhammad Sanusi belum melaporkan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) atas kekayaan yang dimilikinya kepada KPK. Hal ini pun dijawab oleh kakak Sanusi, Mohammad Taufik.

Taufik mengatakan anggota DPRD diminta untuk kolektif dalam melaporkan harta kekayaan mereka. Dia pun mengaku hingga saat ini anggota dewan tidak keberatan dan malah menunggu KPK untuk menagih laporan itu.

"Diminta kolektif, kita tungguin. Kan gampang isi LHKPN kalau kita bayar pajak benar tinggal masukin," kata Taufik di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (1/4).

Disinggung soal kesiapan dirinya jika nantinya akan dipanggil KPK, Taufik mengaku siap kapan saja bila harus dimintai keterangan KPK perihal kasus yang menjerat Sanusi. Pasalnya, ruangan Taufik menjadi salah satu dari 4 ruangan yang disegel KPK.

"Saya sebagai warga negara yang baik ikut saja, kapan saja bersedia. Itu perintah partai, dimintai keterangan hadir," tegas Taufik.

Seperti diketahui, total empat ruangan di Gedung DPRD DKI Jakarta yang disegel KPK. Keempat ruangan itu adalah ruang kerja Mohamad Sanusi, di lantai 1 gedung lama DPRD DKI Jakarta, ruang pemantau CCTV di lantai 1 gedung lama DPRD DKI Jakarta, ruang bagian perundang-undangan (persidangan) di lantai 5 gedung lama DPRD DKI Jakarta, dan ruang kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, di lantai 9 Gedung baru DPRD DKI Jakarta.

Baca juga:
Takut bermasalah nantinya, ketua DPRD DKI ngaku hati-hati isi LHKPN
Saat ditangkap KPK, Sanusi terima suap kedua Rp 1 miliar lebih
KPK sebut kasus yang melibatkan M Sanusi korupsi besar
Ahok soal kasus Sanusi: Mungkin Raperda diurut-urut!
Gerindra sebut kasus yang menjerat Sanusi mengarah ke Pemprov DKI

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.