Ahok soal kasus Sanusi: Mungkin Raperda diurut-urut!
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menduga tertangkapnya anggota DPRD DKI Komisi D, Muhammad Sanusi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembahasan Raperda zonasi. Hal ini dilakukan setelah KPK melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap politisi Gerindra ini.
"Mungkin Raperda diurut-urut," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (1/4).
Komisi D DPRD DKI memang diketahui membawahi bidang pembangunan. Raperda Zonasi yang dimaksud adalah aturan yang mengatur proyek reklamasi 17 pulau yang terdapat di Pantai Utara Jakarta.
Seperti diketahui, KPK mengamankan beberapa orang dalam operasi tangkap tangan yang berlangsung Kamis (31/3) malam. Salah satu orang yang diamankan merupakan anggota DPRD DKI dari Gerindra M Sanusi.
Belum diketahui jelas dalam kasus apa Sanusi ditangkap karena pimpinan KPK belum memberikan keterangan resmi. Berdasarkan rekaman salah satu TV swasta, tampak M Sanusi yang menaiki mobil sedan Jaguar berwarna hitam B 123 RX turun di ruang basement gedung KPK.
Sanusi yang mengenakan batik hitam dengan motif kuning tampak dikawal beberapa penyidik untuk dibawa ke ruang pemeriksaan. Penyidik juga membuka bagasi mobil dan menggeledah. Tampak beberapa barang dibawa penyidik dari dalam bagasi.
Sanusi kemudian digiring ke lantai atas untuk diperiksa.
Sementara itu, di gedung DPRD DKI tempat Sanusi berkantor, penyidik memasang garis KPK berwarna merah hitam. Ada dua ruangan yang disegel, dan belum diketahui ruangan milik siapa saja.
Meski demikian, Hingga pukul 17.25 WIB, belum ada pimpinan KPK maupun bagian humas yang mengonfirmasi soal operasi tangkap tangan dan kasus yang menjerat adik dari wakil ketua DPRD DKI, Mohammad Taufik ini.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya