Tak mau cuti, Ahok takut ada sabotase banjir saat kampanye
Masa kampanye bertepatan dengan musim hujan di DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akhirnya mengungkapkan alasan sebenarnya mengapa memilih kerja dibandingkan cuti untuk melakukan kampanye dalam Pilkada 2017 mendatang.
Basuki atau akrab disapa Ahok menjelaskan, masa kampanye Pilkada DKI 2017, antara 26 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017, bertepatan dengan terjadinya fenomena La Nina. Di mana curah hujan di ibukota selama empat bulan itu diperkirakan akan lebih tinggi dari biasanya.
"(Bulan) Oktober, November, Desember, Januari ini masa hujan yang paling lebat," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (5/8).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, tidak mau adanya sabotase infrastruktur penanggulangan banjir di ibukota. Contohnya kejadian jebolnya tanggul Latuharhary, yang terjadi pada tahun 2014, terulang.
Dia menambahkan, kejadian itu bisa terjadi karena ada oknum di Pemerintah Provinsi DKI, sengaja tidak membuka pintu air Ciliwung Lama. Akibatnya, limpahan air yang ditahan tanggul terlampau tinggi. Tanggul jebol.
"Kamu lihat dulu (tanggul) Latuharhary dihancurin," tegasnya.
Ahok mengatakan, hal itu juga menjadi penyebabnya mengajukan pengujian atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 yang menjadi dasar pelaksanaan Pilkada serentak 2017. Ahok tidak mau mengambil cuti untuk berkampanye seperti diamanatkan undang-undang.
"Kita tunggu di sini saja, orang berani menyumbat. Kamu kira itu kebetulan? Ada kano, ada kabel, ada macam-macam," tutupnya.
Baca juga:
Ahok ingin cawagub seperti Raisa atau Dian Sastro
Kriteria cagub Partai Demokrat, tegas tapi teduh
Politikus Gerindra sebut Ahok takut kalah karena tolak cuti kampanye
Ahmad Dhani akan dukung Risma jika maju di Pilkada DKI
Pemuda Surabaya geram Risma terus digoda ikut Pilkada DKI Jakarta
KPU DKI sebut kalau Ahok tak mau cuti harus ubah UU
Indera keenam Megawati tentukan nasib Risma di Pilgub DKI