Tak hanya di Pasar Minggu, banyak reklame di JPO langgar aturan
Tak hanya di Pasar Minggu, banyak reklame di JPO langgar aturan. Hujan deras yang mengguyur kawasan ibu kota beberapa waktu lalu menyebabkan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Keberadaan papan reklame dituding sebagai salah satu penyebab terjadinya tragedi yang menewaskan tiga warga.
Hujan deras yang mengguyur kawasan ibu kota beberapa waktu lalu menyebabkan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Keberadaan papan reklame dituding sebagai salah satu penyebab terjadinya tragedi yang menewaskan tiga warga.
Rupanya, pelanggaran pemasangan JPO tak hanya terjadi di kawasan Pasar Minggu. Kesalahan pemasangan dan tidak sesuai aturan terdapat di sejumlah wilayah ibu kota.
Pantauan merdeka.com, Senin (26/7), kesalahan pemasangan terlihat pada papan reklame di JPO yang berada di Jalan Gatot Subroto, tepatnya depan Polda Metro Jaya. Di lokasi ini terpasang dua reklame yang terpasang mengarah ke utara dan selatan.
Dalam reklame yang menampilkan sebuah perusahaan asuransi sekilas sesuai dengan aturan. Pemasangan reklame dipasang agak turun ke bawah, sehingga pemandangan di atas JPO terlihat.
Tetapi jika dilihat dari dekat, ternyata reklame itu hanya mengandalkan ikatan kawat yang diikat di bagian railing, kawat itu dibuat berlapis agar lebih kuat menahan beban reklame. Bahkan, ada bagian yang hanya di las, tanpa dilengkapi sebuah mur.
Sementara reklame yang terpasang di bagian utara dipasang begitu tinggi. Terdapat 10 buah lampu sorot di atasnya. Reklame ini bersandar pada bagian railing dan lebih tinggi dari atap JPO, posisi ini seperti dengan reklame yang menyebabkan JPO Pasar Minggu roboh.
Meski berbahaya, namun kondisi itu tak membuat warga mengurungkan niat menyeberangi jalan melalui JPO tersebut. Salah satunya Ajeng, meski khawatir, namun alasan keamanan saat menyeberang membuat dia menampik rasa takutnya.
"Ya mau bagaimana ya mas, soalnya saya pengguna busway, jadi harus lewat JPO," ujarnya ketika ditemui di lokasi, Senin (26/9).
"Ya khawatir sih mas, apalagi JPO ini panjang terus tinggi, lewati dua arah terus jalan tol juga. Nyebrang di bawah kan enggak mungkin," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansah menyebutkan pembangunan sebuah JPO terbagi dalam tiga struktur. Yakni pondasi, gelagar (lantai JPO), railing dan atap, semua bagian-bagian itu merupakan satu kesatuan. Terkait insiden JPO di Pasar Minggu kemarin, katanya, memang ada keterkaitan dengan papan reklame yang dipasang.
Seharusnya, kata dia, papan reklame yang dipasang di Pasar Minggu bertumpu pada gelagar bukan di railing jembatan. Namun, yang terjadi malah sebaliknya.
"Itu enggak boleh ditempel di railing, karena railing enggak punya kekuatan menahan angin. Dan fakta di lapangan reklame itu tidak bertumpu di gelagar, dia nempel di railing," jelasnya.
Baca juga:
Warga tuntut Pemprov DKI copot papan reklame di semua JPO
Ahok klaim bakal bantu biayai sekolah anak korban JPO ambruk
JPO Pasar Minggu roboh, salah siapa?
Kritik keras Wakil Walikota Depok ke Ahok, warganya jadi korban JPO
Ahok: JPO tidak boleh ditutupi banyak iklan