LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Tak banyak kata, Ahok datangi rumah Nenek Hindun di Setiabudi

Nenek Hindun ditolak disalatkan di Musala Mu'minuun diduga karena memilih pasangan Ahok-Djarot.

2017-03-13 09:39:59
Ahok di Pilgub DKI 2017
Advertisement

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendatangi kediaman Almarhum nenek Hindun binti Raisman (78). Warga Jalan Karet Karya II, RT 009 RW 05, Setiabudi, Jakarta Selatan itu ditolak disalatkan di Musala Mu'minuun diduga karena memilih pasangan Ahok-Djarot.

Pantauan merdeka.com di lokasi, Ahok datang mengenakan kemeja putih dengan garis kotak-kotak biru sekitar pukul 09.05 WIB. Sebelum sampai ke kediaman almarhum, dia sempat menyapa warga sekitar.

Mantan Bupati Belitung Timur itu tampak tidak mengucapkan banyak kata saat memasuki gang menuju kediaman nenek Hindun. Kemudian langsung masuk ke rumah dan duduk bersila sambil berbincang-bincang.

Sayangnya, rekan-rekan media tidak dapat mendengarkan percakapan yang dilakukan Ahok dengan keluarga almarhum nenek Hindun.

Sebelumnya, jenazah nenek bernama Hindun binti Raisman (78), warga Jalan Karet Karya II, RT 009 RW 05, Setiabudi, Jakarta Selatan, disalatkan di kediamannya. Awalnya keluarga ingin jenazah disalatkan di Musala Mu'minuun.

"Kata pak ustaznya, percuma enggak ada orang di sini," ujar anak pertama nenek Hindun, Sudarsih menirukan pernyataan Neneng, Jumat (10/3). Neneng merupakan anak bungsu Hindun yang minta izin ke ustaz musala tersebut.

Neneng, imbuh Sudarsih, merasa ada yang janggal atas penolakan tersebut. Sebab, keluarga mereka sebelumnya tak pernah ditolak ketika ingin mensalatkan jenazah di musala tersebut. Hindun meninggal Selasa (7/3) siang lalu.

Menurut Sudarsih, keluarga menduga penolakan tersebut merupakan buntut dari pencoblosan Pilgub DKI Jakarta pada putaran pertama lalu. Saat itu, Hindun yang tidak bisa berjalan disambangi oleh petugas TPS, beberapa saksi dan KPPS.

Saat itu Hindun menggunakan hak suaranya di rumah. Dia memilih pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

"Waktu pas pencoblosan petugas TPS kan datang tuh, kan ibu (Hindun) dapat hak suara memilih. Nah di situ dikasih kertas (surat suara), dibuka di situ terus kelihatan ibu coblos Ahok," cerita Sudarsih.

Ustaz Ahmad Syafii, pengurus jenazah RT setempat menjelaskan duduk perkara kejadiannya. Syafii mengatakan jenazah Hindun tetap disalatkan meski dilakukan di rumah. Alasannya saat itu tidak ada orang yang menggotong jenazah Hindun ke musala.

Kondisi cuaca yang hujan menjadi salah satu faktor kurangnya orang untuk membawa jenazah nenek Hindun ke musala. Dia juga menegaskan adanya kabar jenazah tidak disalatkan karena pendukung Ahok-Djarot adalah tidak benar.

"Masya Allah, jahat benar. Siapa bilang kayak gitu? Perkaranya itu bukan karena milih Ahok. Bukan enggak disalatin, saya yang ngimami, saya yang bantu talqinkan 24 jam sebelum nenek (Hindun) meninggal," kata Syafii.

Jenazah Nenek Hindun kemudian dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta.

Baca juga:
Ahok minta media tak lagi beritakan kematian Nenek Hindun
147 Spanduk larang salatkan jenazah pro penista agama diturunkan
Polri bisa jerat penyebar spanduk larangan mensalatkan jenazah
MUI ingatkan soal salati jenazah tak dikaitkan dengan urusan politik
Pemprov DKI kirim ambulans bagi jenazah muslim yang ditolak disalati

Advertisement
(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.