SURVEI: Setuju atau tidak 3 in 1 dihapus, silakan isi di sini
Wacana penghapusan sistem ini muncul karena diduga terjadi eksploitasi anak.
Rencana Pemprov DKI Jakarta menghapus sistem 3 in 1 di sejumlah jalan protokol menuai pro dan kontra. Wacana penghapusan kebijakan ini mulanya muncul karena banyak joki yang menyertakan anaknya sehingga dinilai sebagai tindakan eksploitasi.
Hampir tiga pekan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta dibantu Ditlantas Mapolda Metro Jaya mengujicoba penghapusan 3 in 1. Selama itu pula, nyatanya banyak pengguna angkutan umum maupun pemilik kendaraan merasakan kemacetan makin menggila.
Jalur Senayan, Gatot Subroto, Kuningan, hingga Sudirman yang semula lancar saat jam 3 in 1 nyaris tak ada bedanya dengan jalur regular lainnya. Sebabnya, kendaraan yang semula tak bisa melintas karena mobil hanya ditumpangi satu sampai dua orang, kini bisa melenggang bebas.
Sampai saat ini, sistem itu belum diputuskan apakah akan dilanjut atau dihapus. Sebelum sampai ada satu keputusan, Dishub DKI meminta partisipasi warga untuk menyatakan sikapnya apakah mendukung atau menolak 3 in 1 dihapus.
"Dishub DKI Jakarta sedang melakukan survey terkait penghapusan 3in1, mohon bantuan untuk diisi dan disosialisasikan ya."
Warga DKI yang mendukung atau menolak 3 in 1 silakan mengisi link survei Dishub DKI, ini.
Baca juga:
3 in 1 dihapus, Pemprov DKI wacanakan 4 in 1 di sore hari
Tanpa 3 in 1, kawasan Sudirman-Thamrin makin macet parah
Mobil dibebaskan 3 in 1, gerak sepeda motor makin dipersulit
Penghapusan 3 in 1, 651 Transjakarta baru diluncurkan
Uji coba hapus 3 in 1 diperpanjangan karena anak sekolah belum masuk
Dapat masukan dari ahli transportasi, Ahok perpanjang hapus 3 in 1