Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mobil dibebaskan 3 in 1, gerak sepeda motor makin dipersulit

Mobil dibebaskan 3 in 1, gerak sepeda motor makin dipersulit Pemotor terobos trotoar di Jalan Sudirman. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kemacetan di Jakarta sudah menjadi 'santapan' sehari-hari warga ibu kota. Buruknya transportasi umum menjadi salah satu penyebab warga memilih menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor.

Di tengah persoalan macet yang belum bisa diatasi, pemerintah provinsi DKI memutuskan untuk menguji coba penghapusan sistem 3 in 1. Uji coba pertama dilakukan mulai 5-8 April dan 11-13 April 2016.

Uji coba dilakukan di lima ruas jalan yakni Jalan Sisingamangaraja (jalur cepat dan jalur lambat), Jalan Jenderal Sudirman (jalur cepat dan jalur lambat), Jalan MH Thamrin (jalur cepat dan jalur lambat), Jalan Medan Merdeka Barat dan sebagian Jalan Jenderal Gatot Subroto antara persimpangan Jalan Jenderal Gatot Subroto hingga Jalan Gerbang Pemuda (Balai Sidang Senayan) sampai persimpangan Jalan HR Rasuna Said-Jalan Jenderal Gatot Subroto pada jalan umum bukan tol.

uji coba penghapusan 3 in 1

uji coba penghapusan 3 in 1 ©2016 merdeka.com/imam buhori

Polda Metro Jaya sendiri mengusulkan agar sistem 3 in 1 kembali diberlakukan karena dinilai masih efektif untuk meminimalisir kemacetan. Sebab, menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, sejak uji coba dilakukan, volume mobil di sejumlah ruas jalan mengalami peningkatan, terutama akses yang menuju lokasi 3 in 1.

"Ada peningkatan baik itu dari arah utara, barat, timur dan selatan yang mengarah Jalan Semanggi, Sudirman dan Thamrin. Walaupun memang ada ruas jalan yang mengalami pengurangan volume kendaraan seperti di Jalan KS. Tubun, Jalan Kyai Mansyur, Jalan Abdul Muis, Jalan Palmerah, Jalan Suparman, dan Jalan Rasuna Said," paparnya. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP