LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Sumarsono sebut serapan anggaran APBD DKI 2016 belum maksimal

Sumarsono sebut serapan anggaran APBD DKI 2016 belum maksimal. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengatakan, salah satu hambatan penyerapan anggaran adalah terkait kasus pembebasan lahan dan mangkraknya pembangunan beberapa rusun.

2016-12-19 17:36:00
APBD DKI
Advertisement

Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 DKI Jakarta dinilai belum maksimal dari target yang ditetapkan. Hal ini disebabkan banyak program yang tidak terealisasi di tahun ini.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengatakan, salah satu hambatan penyerapan anggaran adalah terkait kasus pembebasan lahan dan mangkraknya pembangunan beberapa rusun.

"Ada juga beberapa hal yang bermasalah. Beberapa sektor besar yang paling bermasalah terutama untuk Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkam). Pertamanan itu baru sekitar yang sekarang ini 27 persen," kata Sumarsono di Balai Kota Jakarta, Senin (19/12).

Salah satu penyebab rendahnya serapan anggaran Distamkam adalah tertundanya pembelian lahan bekas Kedubes Inggris yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam anggaran.

"Masalah Kedutaan Inggris enggak jadi beli. Ya pasti daya serapnya paling sedikit. Artinya jelas paling rendah," terangnya.

Sedangkan untuk dinas-dinas yang lain, Sumarsono optimis capaian serapan anggarannya sudah maksimal.

"Hari ini dilaporkan masing-masing sudah 60-an lebih, 70 persen dan seterusnya. Saya kira itu angka yang saya kira sudah bagus," pungkasnya.

Baca juga:
Plt soal APBD DKI 2017: Sebelum ayam berkokok 1 Januari siap dipakai
Perjalanan RAPBD DKI 2017 hingga diturunkan jadi Rp 70,19 T
Serapan anggaran Dinsos DKI maksimal karena jatahnya sedikit
Jawab tudingan BW, Sumarsono persilakan KPK periksa korupsi di DKI
Ini penjelasan Sumarsono APBD DKI naik jadi Rp 70,8 triliun
Blak-blakan Sumarsono soal APBD DKI naik jadi Rp 70,8 triliun
Akhir tahun, penyerapan anggaran Dinas Tata Air DKI baru 46 persen

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.