LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Sudah payah jalan, pria 85 tahun digendong cairkan KPS

". Ini juga udah hampir gak nyampe sini, mau pingsan (cuaca panas)," kata Sutrisno.

2014-11-19 14:19:20
Kartu Keluarga Sejahtera
Advertisement

Sutrisno (85) warga Ujung Krawang RT 009 RW 05, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, harus bersusah payah mencairkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera melalui Kartu Perlindungan Sosial (KPS) di Kantor Pos, Rawamangun, Jakarta Timur.

Kondisi fisik Surtisno sudah sulit untuk melakukan perjalanan ke luar rumah lantaran tubuhnya yang ringkih serta matanya yang sudah tidak bisa melihat.

"Datang ke sini tadi dianter tetangga naik motor. Ini juga udah hampir gak nyampe sini, mau pingsan (cuaca panas)," kata Sutrisno di Kantor Pos, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (19/11).

Sesampainya di kantor pos, Sutrisno digendong menuju kursi tempat menunggu. Dia hanya berbekal selembar undangan.

Sutrisno mengatakan, instruksi yang didapat dari petugas yang mengantar undangan tersebut ke rumahnya adalah hanya cukup membawa selembar kertas undangan tersebut. Namun, tiba di Kantor Pos, Sutrisno tidak dapat langsung dilayani oleh petugas lantaran tidak membawa KPS meski dia mengaku memiliki kartu KPS yang lama.

"Itu (kertas undangan) dateng dari kantor pos, katanya bawa ini (undangan) aja. Kartunya kalau yang pembagian dulu masih ada tapi ga dibawa. Saya udah gak bisa ke mana-ke mana," jelas Sutrisno.

Uang Rp 400.000 yang akan dicairkan, rencananya akan dia gunakan untuk biaya pengobatan matanya. "Untuk berobat, berobat mata, mata total gak lihat udah 4 tahun. Udah diperiksa ke RS Cipto mau dioperasi, tapi pas mau operasi, namanya orang gak punya, ongkos gak punya jadi ga jadi operasi," tuturnya.

Petugas Kantor Pos, Deddy Ariyasa menjelaskan, Surtisno masih harus mencairkan KPS sendiri. Ke depan, PT Pos masih menunggu instruksi dari Kemensos terkait boleh atau tidaknya warga seperti Sutrisno mencairkan dana melalui perwakilannya.

"Ini bapaknya hanya bawa kartu yang lama, kartu yang barunya nggak ada, ini (keluarga yang mengantar) lagi telepon dulu ke rumahnya. Kalau sekarang iya (harus datang sendiri dulu). Ke depan belum tahu, tergantung Kemensos," tuturnya.

Salah seorang petugas kantor pos yang menangani pencairan dana meminta warga yang sedang mengantre untuk rela disela oleh Sutrisno mengingat kondisinya yang sudah payah.

"Maaf bapak ibu, kami seling dulu karena ada penerima yang perlu penanganan khusus," ucapnya. Warga yang sedang antre rela disela Sutrisno.

Baca juga:
Pencetakan tahap awal 3 kartu Jokowi lewat penunjukan langsung
Tahap awal, 'kartu sakti' Jokowi diluncurkan di Semarang & Tegal
Pantau pencairan KPS, JK jelaskan alasan menaikkan BBM ke warga
Kemenko PMK: KKS, KIP dan KIS hanya lanjutkan program SBY
Dana Rp 100 T pengalihan subsidi BBM bukan untuk KKS, KIP, & KIS
Politikus PKS sebut tak ada anggaran buat kartu sakti Jokowi



Advertisement
(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.