Soft launching, Skybridge Tanah Abang baru bisa digunakan PKL pada akhir Oktober
Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau Skybridge Tanah Abang baru beres sekitar 78 persen. Baru ada 100 dari 446 kios untuk PKL.
Pemprov DKI Jakarta melakukan soft launching Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau Skybridge Tanah Abang. Meski baru selesai pembangunan 78 persen.
"Baru 78 persen, (di launching) karena hasil dari koordinasi dengan Pak Wali (Kota Jakarta Pusat) biar pedagang juga merasa yakin bahwa ini betul disiapkan buat (PKL)," kata Dirut Sarana Jaya Yoory C Pinontoan di lokasi di JPM Tanah Abang, Senin (15/10/2018).
Yoory mengatakan, target penyelesaian akhir oktober mendatang. "Sisanya akhir oktober, target penyelesaian pekerjaan. Kita baru mulai 3 Agustus, target kami tiga bulan selesai," ucapnya.
Pantauan Liputan6.com, lapak atau kios untuk PKL baru 100 yang selesai, selain itu pagar pembatas juga belum sepenuhnya terpasang. "Oktober selesai semua," kata Yoory.
Selain itu akses masuk dan jembatan tembus ke pasar tanah abang juga belum selesai. Rencananya akan ada kios sebanyak 446 untuk menampung 446 PKL. "Akses masuk belum dibuka full, akhir Oktober kita buka semua," ucapnya.
Nantinya para PKL harus membayar Rp 500 ribu untuk buaya keamanan dan kebersihan. "Ada penerangan, keamanan kita psang cctv juga, kebersihan, biaya untuk itu," tandasnya.
Baca juga:
4 Kebijakan Anies Baswedan yang menuai polemik
Skybridge Tanah Abang ditargetkan beroperasi 15 Oktober 2018
Skybridge Tanah Abang mulai dikerjakan, PKL diminta pengertian tak jualan sementara
PKL Tanah Abang ber-KTP DKI akan dipindah ke skybridge
3 Kebijakan Anies yang kontra dengan polisi
Gedung Pasar Tanah Abang masih tutup, pedagang terpaksa jualan di luar