Serang Ahok, DPRD DKI sebut hapuskan premium di Jakarta tak gampang
Premium dihapus justru makin membebani warga DKI Jakarta.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik kritik keras rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok terkait wacana menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Ibu Kota.
Taufik menilai rencana tersebut sangat tidak berdasar. Dia menganggap banyak masyarakat kalangan bawah yang masih menggunakan premium untuk aktivitas sehari-hari.
"Enggak segampang itu berpikirnya, yang membutuhkan (premium) tuh banyak. Jangan dipikir premium itu enggak dipakai orang kaya. Yang punya motor itu jangan dianggap orang berkemampuan. Itu cara berpikir yang salah," kata Taufik di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/2).
Lebih lanjut, kata dia, tidak semua masyarakat memiliki penghasilan yang besar. Sehingga dia yakin akan banyak gelombang penolakan atas rencana mantan Bupati Belitung Timur ini.
"Jakarta itu lahir kan bukan langsung jadi orang kaya. Orang lahir kan enggak semua kayak dia orang kayak," tegas politisi Gerindra ini.
"Kalau subsidi itu dalam bentuk tunai, untuk transportasi lain. Ngapain Jakarta punya duit banyak. Jadi berpikir jangan sesedarhana itu pikirin warga gitu loh," sambungnya.
Dia juga menyebut upaya pengalokasian subsidi untuk transportasi umum tidak tepat. Taufik meyakini bila wacana ini terealisasi, justru akan banyak warga DKI yang terbebani. Bahkan akan menimbulkan masalah sosial baru di Jakarta.
"Emang transportasi umum sudah baik? Orang sebentar-sebentar kebakaran, sebentar-sebentar kebakaran. Ngapain sih pemimpin nyusahin rakyat gitu loh," pungkas Taufik.
Baca juga:
Ahok akan bersurat ke Pertamina & ESDM minta Jakarta bebas premium
DPR nilai Ahok terlalu terburu-buru ingin hapus premium di DKI
ESDM belum terima surat Ahok soal penghapusan Premium di Jakarta
Ingin hapus premium di Jakarta, Ahok sebut angkot jadi kendala
Kesal sama angkot jadi alasan Ahok ancam hilangkan premium di DKI