LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Sedih, ditolak 2 klinik ibu ini melahirkan di tangga Tanah Abang

Bidan sekitar juga sempat dipanggil, tapi tak ada yang mau membantu persalinan wanita yang namanya tak diketahui.

2015-06-03 19:02:46
Kisah Ironis
Advertisement

Proses kelahiran harusnya dilakukan di ruangan steril. Sebab bayi yang baru saja lahir membutuhkan ruangan yang sehat dan bersih karena masih sangat mudah terjangkit berbagai macam penyakit.

Tapi kondisi itu tak bisa dirasakan wanita berusia 28 tahun yang tak diketahui identitasnya. Dia terpaksa melahirkan bayi perempuan di bawah tangga pasar Tanah Abang, Selasa kemarin.

Dari keterangan saksi yang menolong, ibu tersebut sebelumnya sudah mendatangani dua klinik namun tidak ada yang mau menerimanya.

"Katanya dia sudah ke dua klinik dulu di sekitaran Impres dan Kebon Kacang, tapi nggak ada yang mau nerima," kata Ibu Iyem, penjual Kurma di Tanah Abang, saat ditemui merdeka.com, Rabu (3/6). Iyem bersama beberapa pedagang lainnya ikut menolong wanita yang tengah butuh pertolongan itu.

Iyem menceritakan, sebelum melahirkan, ibu yang telah memiliki enam anak itu lebih dulu pingsan di depan tokonya. Saat itu, kondisi wanita tersebut sudah pecah ketuban.

"Air ketubannya sudah pecah. Dia pingsan terus langsung dibawa ke pos keamanan di bawah tangga itu. Ibu itu langsung ngelahirin di sana, tapi ari-arinya belum keluar. Saya minta tolong buat panggilin bidan tapi nggak ada yang mau datang," jelasnya.

Iyem kemudian menelepon anak bungsunya yang kebetulan seorang bidan muda berusia 24 tahun. "Kebetulan anak saya (Ayu) bidan, jadi saya telepon dia, enggak sampai setengah jam dia datang dan langsung bantuin ibu itu," jelasnya.

Setelah sekitar tiga jam ditangani oleh Ayu, korban yang melahirkan bayi seberat 3 kilogram ini langsung dilarikan ke Klinik Amina untuk mendapatkan pengobatan secara gratis dan hanya menebus obat sebesar Rp 80.000.



"Suaminya katanya sakit-sakitan. Anaknya enam dan yang paling kecil baru ukur 1.5 tahun, katanya juga enggak ada yang sekolah. Orang jadi pada kasihan, terus ya jadi banyak yang ngasih baju dan perlengkapan bayi. Saya juga kasih makan, biar dia punya tenaga lagi," pungkas Iyem.

Baca juga:
Samudi terpaksa tinggal di rumah miring nyaris rubuh
Putus asa, pasien kanker ini minta restu keluarga buat bunuh diri
Mbah Tumirah sudah hidup susah sejak zaman penjajahan Jepang
Tragis, korban pemerkosaan ini meninggal setelah 42 tahun koma
Miss Venezuela, dulu dipuja, lalu meninggal sebagai gelandangan
Kisah pilu Rohingya terombang-ambing di laut diselamatkan nelayan
Kisah Nana, guru jalan kaki 20 Km & seberangi waduk demi mengajar

Advertisement
(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.