Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Putus asa, pasien kanker ini minta restu keluarga buat bunuh diri

Putus asa, pasien kanker ini minta restu keluarga buat bunuh diri Jeffrey Spector. ©2015 Merdeka.com/Warren Smith

Merdeka.com - Setelah dokter menyampaikan kalau kanker yang dideritanya tak dapat dioperasi, pria ini memutuskan kalau dia tak akan membiarkan maut mencabut nyawanya. Ia lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Jeffrey Spector (54) adalah pengusaha yang cukup sukses di Inggris. Dengan keluarga bahagia yang terdiri dari istrinya, Elaine (53), serta tiga putri mereka, Keleigh (21), Courtney, (19), dan Camryn (15). Ia adalah pria aktif yang gemar berolahraga.

Namun hidupnya berubah sejak dokter mendiagnosis dirinya dengan kanker. Sel kanker yang bersarang di saraf Spector tak bisa dioperasi, membuatnya terancam risiko kelumpuhan setiap waktu. Sementara pengangkatan sel kanker lewat operasi juga memiliki kemungkinan berhasil yang sangat kecil, bahkan bisa membahayakan nyawa Spector.

Dilansir Mirror UK (26/05), Spector tak ingin menjadi beban bagi keluarga yang sangat dicintainya. Setelah berjuang melawan kanker selama enam tahun, ia meminta restu kepada keluarganya untuk bunuh diri.

Spector memutuskan untuk mati di Dignitas, sebuah klinik di Swiss yang memberikan bantuan jasa bagi orang-orang senasib Spector untuk mengakhiri hidup.

jeffrey spector

jeffrey spector

Photo by Mirror UK/Warren Smith

"Saya ingin mengendalikan saat-saat terakhir dalam hidup saya," tutur Spector dalam video yang dibuat sesaat sebelum kematiannya. "Saya percaya apa yang saya lakukan ini untuk kesejahteraan jangka panjang keluarga saya. Tentu saja mereka tidak setuju dengan hal itu, tetapi mereka bisa menerima kalau saya punya pendapat sendiri."

Istri dan anak-anak Spector awalnya memang keberatan dengan langkah yang diambil Spector. Namun akhirnya mereka memberikan dukungan seratus persen demi kebahagiaan Spector.

jeffrey spector

jeffrey spector

Photo byMirror UK/Warren Smith

Sebelum pergi ke klinik, Spector mengajak keluarga dan teman-teman terdekatnya untuk menikmati jamuan makan terakhir. Keluarga dan para sahabat berusaha menunjukkan ketegaran dan keceriaan demi Spector. Mereka pun membuat foto kenangan dengan senyum tersungging.

jeffrey spector

Photo byMirror UK/Warren Smith

Keesokan harinya, Spector meregang nyawa di Dignitas, sesuai rencana semula. Ditemani anak-istrinya, ia menelan racun yang membawanya pada ajal. Tak lupa sebuah video ia berikan sebagai kenangan terakhir.

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP