Saat pelantikan, Ahok akui lupa kalimat terakhir sumpah jabatan
"Saya tidak ingat, apakah mohon Tuhan tolong saya atau semoga Tuhan menolong saya," kata Ahok.
Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sudah melantik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pada saat pelantikan, Ahok mengaku lupa dengan kalimat terakhir yang harus diucapkan saat membacakan sumpah jabatan di Istana Negara.
Pada saat hampir usai membacakan sumpah jabatan, Ahok mengucapkan kata 'semoga' tetapi dia berhenti. Kemudian Jokowi selaku pemimpin pelantikan ini menuntunnya, 'semoga Tuhan menolong saya'.
"Pak Jokowi bantuin saya, saya harusnya mengucapkan sendiri," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (19/11).
"Saya tidak ingat, apakah mohon Tuhan tolong saya atau semoga Tuhan menolong saya," tambah Ahok.
Dia mengaku, tidak tegang dalam pelantikan tersebut. Namun, dirinya sempat berpikir ketika ingin mengatakan kata terakhir. Sehingga, mantan Bupati Belitung Timur ini nampak terlihat gugup.
"(kelihatan gugup itu) karena saya mikir," tutup Ahok.
Usai dilantik, Ahok segera kembali ke Balai Kota DKI Jakarta. Tanpa berpikir panjang, Ahok segera menempati ruang kerja Gubernur DKI Jakarta di lantai dasar.
Ahok sebelumnya menerima tamu dan keluarga untuk mengucapkan selamat kepadanya. Dia mengaku tidak ada yang diubah dalam ruangan tersebut. Bahkan bangku yang sebelumnya pernah digunakan Jokowi dan Sutiyoso.
"Saya suka enggak suka harus pakai kursi ini," ungkapnya di Balai Kota DKI.
Walaupun tidak berencana untuk mengganti kursinya, namun sempat terpikir mengganti kulitnya. Namun saat melihat langsung kondisi kursinya, Ahok berubah.
"Kursinya masih lumayan bagus. Kursi ini dipakai sejak zaman Sutiyoso kemudian dipakai lagi Pak Jokowi. Tapi enggak pernah diganti-ganti kulitnya. Jadi saya minta ke biro umum jika punya uang, kursinya dilapisi kulit baru," ungkap mantan Bupati Belitung Timur ini.
Dia mengungkapkan, walaupun ruang ini memiliki kolam ikan sendiri, tetap lebih menyenangkan di lantai dua, ruangan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Sebab dari sana Ahok dapat melihat Monumen Nasional (Monas) dan halaman Balai Kota DKI Jakarta.
"Kalau di atas (lantai dua) bisa melihat Monas, bisa melihat depan, jalan. Lebih enak karena pandangan kami jauh," tutupnya.
Baca juga:
Ahok dilantik, Muzani sebut Mendagri intervensi
Jadi gubernur DKI, Ahok ingin dikenang seperti Ali Sadikin
Veronica sebut FPI musuh rakyat, tak masalah Ahok sering didemo