Revitalisasi dimulai, Lapangan Banteng disulap jadi pusat olah raga
Revitalisasi dimulai, Lapangan Banteng disulap jadi pusat olah raga. Pengerjaan revitalisasi Lapangan Banteng yang memiliki luas lebih kurang 10 hektar nantinya akan terbagi ke dalam tiga zona yang meliputi pengerjaan pembangunan pagar, pengerjaan pembangunan lapangan olahraga, pengerjaan perbaikan Monumen Irian Barat.
Lapangan Banteng akan disulap menjadi salah satu tempat favorit bagi masyarakat. Tempat bersejarah ini akan dijadikan pusat olah raga dengan fasilitas yang memadai. Proses revitalisasi Lapangan Banten pun dimulai hari ini ditandai peletakan batu pertama oleh Plt Gubernur DKI Sumarsono.
"Pelaksanaan pekerjaan revitalisasi Lapangan Banteng diharapkan akan selesai sebelum ASEAN GAMES 2018," kata Sumarsono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/3).
Penyusunan master plan revitalisasi ruang terbuka hijau Lapangan Banteng telah melewati proses panjang dalam berbagai sidang yang diketuai Tim Sidang Pemugaran (TSP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam master plan tersebut, sumbu di sisi timur barat dan utara selatan akan diperkuat sesuai konsep yang diusung arsitek pertama Lapangan Banteng yaitu Frederich Silaban, ditambah dengan keberadaan delapan titik bukaan.
Dalam membuat masterplan ini, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan PT. Han Awal and Partners Architect.
Pengerjaan revitalisasi Lapangan Banteng yang memiliki luas lebih kurang 10 hektar nantinya akan terbagi ke dalam tiga zona yang meliputi pengerjaan pembangunan pagar, pengerjaan pembangunan lapangan olahraga, pengerjaan perbaikan Monumen Irian Barat dan pengerjaan taman.
Baca juga:
9 PR Ahok untuk Sumarsono, dari RPTRA sampai makam Mbah Priuk
Dikeluhkan warga, Djarot tegaskan RPTRA buka 24 jam
Susah dapat dana APBD, alasan Ahok gandeng swasta bangun RPTRA
PDIP ungkap cara Ahok atasi masalah kenakalan remaja di Jakarta
Datangi Jati Pulo, Anies sentil pembangunan RPTRA ala Ahok