PSI Nilai Proses Pemilihan Wagub DKI Jakarta Tidak Transparan
Rian menyarankan, sebaiknya hasil fit and proper test yang sudah dilakukan kepada dua cawagub juga diungkap ke publik. Hal ini agar publik setidaknya tahu kualitas calon pemimpinnya karena debat dan paparan tidak diadakan.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sedang berjalan di DPRD tidak transparan dan terkesan buru-buru.
Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Rian Ernest menyatakan, proses tidak transparan ini dapat berpotensi melahirkan politik transaksional di belakang layar.
"Akan lebih adil jika warga Jakarta tidak merasa seperti disodorkan kucing dalam karung. Jangan sampai pemilihan Wagub tidak transparan, hanya diputuskan segelintir elit partai saja," katanya di Kantor DPP PSI, Wahid Hasyim, Jakarta, Kamis (4/7).
Dia menyampaikan, PSI ingin memastikan agar publik dilibatkan dalam menentukan pemimpinnya. Mereka juga mengusulkan agar debat publik diselenggarakan.
Rian menegaskan, partainya pun bersedia menjadi fasilitator untuk uji publik secara terbuka. Sebab, dia menilai, publik belum mendapat penjelasan tentang siapa cawagub mereka, serta apa pencapaian dan gagasannya.
"Pemilihan wagub ini terlalu terburu-buru tanpa melibatkan publik. Beri warga waktu untuk terlibat mengkritisi para calon secara terbuka," tukasnya.
Rian menyarankan, sebaiknya hasil fit and proper test yang sudah dilakukan kepada dua cawagub juga diungkap ke publik. Hal ini agar publik setidaknya tahu kualitas calon pemimpinnya karena debat dan paparan tidak diadakan.
Selain itu, dia berharap tata tertib pemilihan wagub segera rampung disusun pihak DPRD DKI Jakarta.
"Tata tertib kalau sudah jelas, ada fit and proper test, ada proses paparan, proses tanya jawab, kita juga lebih lega ya. Artinya oh jelas nih ada proses yang akuntabel dan jelas," jelas Rian.
"Bukan hanya sekedar tawar-menawar politik atau mungkin politik dagang sapi, ya kita juga gamau seperti itu," tutupnya.
Saat ini, dua nama cawagub sudah disetujui oleh DPRD DKI, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Rapat paripurna DKI Jakarta untuk pemilihan wakil gubernur akan dilaksanakan tanggal 22 Juli 2019.
Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Tarik Ulur Kursi Cawagub DKI Jakarta, Sampai Muncul Nama Adhyaksa Dault
Gerindra Siap Ajukan Kader Jika Nama Cawagub DKI dari PKS Ditolak
PKS Pastikan Dua Kandidat Tidak akan Mundur Proses Cawagub DKI
10 Bulan Wagub DKI Kosong, Mendagri Bilang 'Kuncinya di Partai Pengusung'
Ketua DPRD: Adhyaksa Dault Mau Nyalon Wagub DKI
Mendagri Singgung Soal Kekosongan Wagub DKI di Rapat Paripurna HUT Jakarta