LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

PSI kritik pengangkatan Rene Suhardono jadi Komisaris Utama Ancol

Dia menambahkan, rekam jejak kedua pendukung Anies itu tak menunjukkan tanda-tanda mereka kompeten mengawal perusahaan sebesar PT Pembangunan Jaya Ancol. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah Anies sudah mempertimbangkan dengan seksama sebelum mengarahkan mereka kepada panitia seleksi.

2018-05-17 12:46:00
Partai Solidaritas Indonesia
Advertisement

PSI mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengangkat dua orang pendukungnya pada masa Pilkada sebagai komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol.

Wakil Ketua PSI DKI Jakarta Rian Ernest mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan status Rene Suhardono dan Geiz Chalifah sebagai pendukung Anies. Namun, dia menegaskan, PSI mempertanyakan kompetensi keduanya sebagai komisaris.

"Poin penting yang perlu dipastikan kemampuan dan pengalaman yang bersangkutan merupakan modal utama mengawal perusahaan tersebut. Berdasarkan UU Perseroan Terbatas, Dewan Komisaris bertugas mengawasi perusahaan serta memberikan nasihat kepada Direksi," katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/5).

Advertisement

Dia menambahkan, rekam jejak kedua pendukung Anies itu tak menunjukkan tanda-tanda mereka kompeten mengawal perusahaan sebesar PT Pembangunan Jaya Ancol. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah Anies sudah mempertimbangkan dengan seksama sebelum mengarahkan mereka kepada panitia seleksi.

Rene Suhardono selama ini mempromosikan dirinya sebagai penulis, pembicara publik, life coach, pengusaha sosial dan start-up evangelist. Bahkan Anies sendiri tidak memberi penjelasan yang relevan kenapa Rene layak menjadi komisaris utama Ancol.

"Mengutip dari keterangan Anies Baswedan bahwa alasan merekrut Rene adalah karena dia menulis buku dengan cara berbeda, yang mana dapat membawa terobosan di dalam Jaya Ancol," ujar Rian.

Advertisement

Sementara Geisz Chalifah, lanjut dia, memiliki latar belakang sebagai pemilik Khatulistiwa Press, Ketua Umum Yayasan Rahmatan Lil Alamin dan wiraswasta.

Untuk diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pembangunan Jaya Ancol pada Senin (14/5) memutuskan perombakan direksi dan komisaris di perusahaan milik DKI itu. Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol yang sebelumnya diisi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Tuty Kusumawati dan pengusaha serta dosen keuangan Ngadiman, kini diganti Rene Suhardono Canoneo dan Geisz Chalifah.

Terkait pengangkatan Rene, Gubernur DKI Anies Baswedan merasa Rene cocok mengurusi Ancol. "Pak Rene adalah seorang profesional yang memiliki exposure yang amat luas tentang kegiatan-kegiatan amusement park," katanya, Selasa (15/5).

Baca juga:
Pemutakhiran data, Pemprov DKI pantau warga baru pulang dari Suriah
Cegah terorisme, Wagub Sandiaga minta RT dan RW hidupkan siskamling
Luncurkan aplikasi parkir online, Sandiaga ingin ubah perilaku masyarakat
Prasetio sebut pelepasan saham PT Delta tak sesuai prosedur
Anies-Sandi makin mantap lepas saham PT Delta, yakin dapat dukungan DPRD
Pemprov DKI butuh Rp 35 miliar untuk buka puasa gratis di 223 RW

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.