Pramono Tinjau Kebakaran Kapuk Muara, Warga di Tenda Pengungsian Minta Susu hingga Kipas Angin
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan pihaknya all out menangani korban kebakaran di Jalan Gang Damai, Kapuk Muara, Jakarta Utara.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan pihaknya all out menangani korban kebakaran di Jalan Gang Damai, Kapuk Muara, Jakarta Utara. Dia menyebut, seluruh dinas bekerjasama dengan Pemkot Jakarta Utara ikut mengurus para korban.
"Sekarang ini kurang lebih ada 800 kepala keluarga dan 3.200 jiwa, dimana sekitar 1.900 telah berada di tempat pengungsian ini. Saya sudah berkoordinasi dari kemarin dengan Bapak Wali Kota Jakarta Utara untuk ditangani maksimal. Maka pada hari ini seluruh kepala dinas, seluruh dinas yang ada di balai kota, all out turun tangan!," kata Pramono di lokasi, Minggu (8/6).
Adapun pihak yang terlibat di antaranya, dinas kesehatan, sosial, damkar, satpol PP, pendidikan, kesehatan dan dukcapil, khususnya untuk mendata korban dengan ijazah yang terbakar, KTP yang tak terselamatkan akibat si Jago Merah.
"Saya minta untuk segera dibuatkan, diselesaikan. Karena mumpung ini masih pada waktu yang cukup dekat sehingga datanya ada, dengan demikian mudah-mudahan ini akan bisa menolong semua yang ada di tempat pengungsian ini," jelas Pramono.
Kebutuhan Korban
Pramono mengungkapkan kondisi para korban kebakaran di tenda pengungsian. Dia menyebutkan kebutuhan yang paling dikeluhkan masyarakat saat ini yaitu kipas angin dan susu formula karena suhu udara di tenda cukup panas.
"Ada permintaan tentang susu formula. Itu saja, padahal susu formula sudah ada dan PMI juga sudah menyiapkan. Sehingga dengan demikian mudah-mudahan apa yang menjadi permintaan masyarakat yang terdampak bisa dipenuhi oleh pemerintah Jakarta," harap dia.
Lebih lanjut, Pramono belum membocorkan langkah Pemprov Jakarta memfasilitasi tempat tinggal para korban kebakaran. Saat ini, menolong para korban sebagai bagian dari kemanusiaan adalah hal utama.
"Sementara ini, kita fokus untuk korban yang ada di tempat ini. Hanya memang yang seperti ini kan bukan untuk jangka yang terlalu panjang. Sehingga pemerintah akan memikirkan bagaimana supaya ini yang bersifat sementara ini segera kita tangani," Pramono menandasi.