LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Politikus PDIP Kritik Anies Lebih Fokus Formula E Ketimbang Naturalisasi Sungai

Ima menyarankan Anies melaksanakan hal-hal yang fundamental yang dibutuhkan masyarakat daripada hal-hal yang sifatnya untuk memuaskan pemilihnya (elektoral).

2019-10-15 19:00:00
Anies Baswedan
Advertisement

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah mengkritik Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal program naturalisasi sungai yang belum terlaksana sampai saat ini. Naturalisasi sungai merupakan program Anies untuk mengatasi banjir di Jakarta.

"Kalau saya lihat contohnya Pak Anies belum kerjakan naturalisasi. Karena kita kan mau menghadapi musim hujan. Sudah dua tahun, kita pantau tak ada naturalisasi," jelasnya di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (15/10).

Alih-alih mengerjakan naturalisasi, Ima yang merupakan mantan staf Ahok ini mengatakan Anies justru memprioritaskan Formula E dan pembuatan jalur sepeda. Ima menyarankan Anies melaksanakan hal-hal yang fundamental yang dibutuhkan masyarakat daripada hal-hal yang sifatnya untuk memuaskan pemilihnya (elektoral).

Advertisement

"Kalau menurut saya Pak Anies harus cari hal-hal yang fundamental jadi bukan hanya buat yang elektoral. Gitu aja sih. Karena kita di sini orang politik, cuma juga harus perhatikan masyarakat, permasalahan yang paling fundamental," jelasnya.

Ima juga menyoroti soal DP rumah nol persen yang hanya ditujukan bagi warga yang memiliki penghasilan atau gaji di atas Rp7 juta. Padahal dalam janji kampanye ditujukan untuk masyarakat berpendapatan rendah atau Rp4 juta - Rp7 juta. Padahal, lanjutnya, yang paling membutuhkan adalah masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp4 juta. Ima membandingkan dengan program yang sama di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Zamannya bapak (Ahok) itu cuma bayar maintenance, nyicil satu hari Rp10 ribu. Sebulan Rp300 ribu. Itu yang menurut saya perlu dievaluasi. Jadi benar-benar bangun ya. Perumahan itu penting bagi masyarakat DKI terutama bangun ke atas. Tapi masyarakat yang butuh rusun itu bukan kelas menengah tapi kelas menengah bawah," jelasnya.

Advertisement

Baca juga:
Ketua DPRD DKI Jakarta Targetkan Pengesahan Pimpinan AKD Pekan Depan
Banyak PR Urus Jakarta, Anies Diminta PDIP Segera Miliki Wagub
APBD DKI Jakarta akan Mulai Dibahas Pekan Depan
Ini Gaji & Fasilitas yang Didapat Pimpinan DPRD DKI, Nilainya Capai Ratusan Juta
Anies Jadikan Hasil Survei Populi untuk Tingkatkan Kinerja
Pemilihan Wagub DKI, Gerindra dan PKS Diminta Lobi DPRD DKI Jakarta

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.