LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Permudah Lacak Kasus Covid-19, RT/RW Diminta Data Kesehatan Warga Usai Libur Panjang

Peningkatan kasus Covid-19 khususnya untuk klaster keluarga memang sudah diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingat banyaknya masyarakat yang meninggalkan Ibu Kota untuk berlibur ke luar kota pada 28 Oktober - 1 November 2020.

2020-11-03 14:51:13
Covid-19
Advertisement

Seluruh pengurus RT dan RW di wilayah Pemkot Jakarta Pusat diminta mendata kesehatan warganya usai liburan panjang. Langkah ini sebagai salah cara melacak kasus Covid-19 mengingat saat libur panjang akhir Oktober lalu, banyak warga bepergian ke luar kota.

"Saya memang mau cek ke kelurahan-kelurahan, ada enggak RT sama RW yang lapor bahwa ini ada warga yang pergi waktu long weekend kemarin. Lalu sekarang mereka di isolasi gitu pasca liburan itu. Itu kita dorong jadi memudahkan pelacakan kasus Covid-19," kata Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (3/11).

Peningkatan kasus Covid-19 khususnya untuk klaster keluarga memang sudah diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingat banyaknya masyarakat yang meninggalkan Ibu Kota untuk berlibur ke luar kota pada 28 Oktober - 1 November 2020.

Advertisement

Irwandi mengatakan, dengan adanya pelaporan kondisi warga pasca libur panjang dari masing-masing RT/RW diharapkan dapat membantu Pemerintah Kota Jakarta Pusat mempercepat pelacakan dan penanganan Covid-19.

"Sebenarnya RT/RW-nya memang seharusnya monitor dulu dari awal. RT dan RW itu harusnya bikin laporan mingguan, buat sinkronisasi dengan kasus konfirmasi di Puskesmas. Pokoknya ini dilakukan untuk mempercepat 3T (Testing, Tracing, Treatment)," ujar Irwandi.

Pemprov DKI Belum Lihat Ada Lonjakan Kasus

Advertisement

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan belum melihat ada lonjakan kasus positif Covid-19 usai libur panjang. Menurutnya, tren lonjakan kasus tidak bisa dipastikan dalam rentang hari.

"Kalau 1-2 hari ini belum ada yang khusus. Kita membahas perkembangan penanganan Covid di Jakarta memang untuk bisa mengetahui efek dari libur panjang diperlukan waktu beberapa hari ke depan," ujar Anies di Gedung DPRD, Selasa (3/11).

Kendati belum ada tanda kenaikan kasus, Anies memastikan Pemprov DKI sudah mengantisipasi dengan memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan bagi pasien Covid-19.

Selain itu, kata Anies, pihaknya akan terus meningkatkan fungsi gugus tugas penanganan Covid-19 di tingkat bawah seperti RT dan RW. Penguatan itu, seiring data dari Dinas Perhubungan DKI yang menunjukkan kendaraan yang masuk Jakarta cukup padat pada Senin (2/11) kemarin.

Baca juga:
Adira Finance Catat Tren Restrukturisasi Melambat Seiring Ekonomi Mulai Menggeliat
Usai Libur Panjang, Anies Belum Lihat Tren Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta
Pemprov DKI Butuhkan 1.545 Relawan Penanggulangan Covid-19
Cegah Penularan Covid-19, Warga Pulang Libur Panjang Disarankan Cek Kesehatan
DPRD Bekasi Targetkan Perda Sanksi Protokol Kesehatan Terbit November
Vaksinolog: Vaksin Bisa Cegah Penyakit Infeksi, Buktinya Variola dan Polio

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.