Pemprov DKI Bantah Gunakan Istora Senayan Untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19
Selain itu, kata dia, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah wisma sebagai tempat isolasi mandiri, salah satunya yakni Wisma Ragunan, Jakarta Selatan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria membantah adanya penggunaan Istora Senayan sebagai lokasi isolasi mandiri pasien Covid-19. Kata dia, pemerintah pusat telah menyiapkan sejumlah hotel untuk isolasi mandiri.
"Kami tidak pernah menyebutkan bahwa Istora Senayan akan dijadikan tempat isolasi mandiri," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (29/12).
Selain itu, kata dia, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah wisma sebagai tempat isolasi mandiri, salah satunya yakni Wisma Ragunan, Jakarta Selatan.
Kemudian, Riza juga menyebut ada pula masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.
"Sejauh memenuhi syarat dan standar yang diminta oleh bidang kesehatan. Jadi ada syaratnya umpamanya harus sendiri, ada toilet sendiri perabotan makan dan kemudian dalam pemantauan dan pengawasan dokter," ucapnya.
Politikus Gerindra itu menerangkan, untuk antisipasi lonjakan pasien Gelanggang Olahraga (GOR) juga dapat digunakan sebagai tempat isolasi.
"Kami di Jakarta ini Ibu Kota memiliki kementerian, lembaga tingkat nasional tingkat pusat yang memiliki banyak sekali badan-badan pusat latihan pendidikan yang umumnya memiliki tempat atau wisma itu juga dapat dimanfaatkan," jelasnya.
Sementara itu, Manajemen Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (GBK) membantah kabar terkait Istora Senayan dijadikan tempat penampungan pasien Covid-19. Manajemen GBK menyatakan, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
“Selama pandemi Covid-19, Istora GBK tidak dimanfaatkan atau digunakan untuk kegiatan apapun,” demikian keterangan tertulis pengelola GBK, Senin (28/12).
Berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif, manajemen GBK melakukan kesiapan venue dan kawasan GBK dari sisi kebersihan, keamanan, dan kenyamanan.
“Selain itu, Manajemen GBK secara konsisten membuat berbagai imbauan terkait protokol kesehatan yang dipublikasikan dalam berbagai platform media,” tulis pengelola.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pakar Masih Teliti Keefektifan Vaksin Terhadap Varian Baru Virus Corona
Penjelasan Bandara Soekarno Hatta Terkait Kepadatan Terminal Kedatangan Luar Negeri
Anies Baswedan Sudah Negatif Covid-19
Satgas Covid-19 IDI: Virus Corona Baru Menular 71 Persen Lebih Cepat
Jika Tarik Rem Darurat, Pemprov DKI & Daerah Penyangga Harus Koordinasi Agar Efektif