Pemkot Jakbar Manfaatkan Taman Kota Jadi Tempat Penampung Air Banjir
Jauhar menilai, "rain garden" bekerja efektif pada saat turun hujan deras pada beberapa hari terakhir.
Pemerintah Kota Jakarta Barat memanfaatkan taman kota yakni ruang terbuka hijau sebagai tempat penampung air banjir dengan membangun "rain garden" di beberapa lokasi yang dinilai sebagai lokasi genangan air saat turun hujan deras.
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat, Jauhar Arifin, saat dikonfirmasi, di Jakarta, Selasa (16/11), mengatakan, "rain garden" atau sumur resapan sudah dibangun di Jalan Pesanggrahan, Tubagus Angke, Daan Mogot, Makaliwe Raya, Mangga Dua, dan Joglo Raya.
Jauhar Arifin menjelaskan, cara kerja "rain garden" cukup mudah yakni air hujan yang menggenangi jalan atau permukiman, akan mengalir ke tengah taman yang berbentuk cekung. "Di tengah taman itulah air mengumpul dan akan diserap oleh 'rain garden' yang sudah dibangun di sana," katanya.
Dari "rain garden", kata dia, air bisa dialihkan ke saluran utama untuk dibuang ke sungai atau kali terdekat. "Kalau genangan air itu tingginya 10-20 cm, akan cepat surut masuk ke 'rain garden'," katanya.
Jauhar menilai, "rain garden" bekerja efektif pada saat turun hujan deras pada beberapa hari terakhir. Dia berharap, dengan upaya ini, genangan saat hujan deras di Jakarta Barat bisa diminimalisir dengan baik.
"Kita maksimalkan fungsinya. 'Rain garden' itu untuk menambah fungsi taman sebagai jalur dan resapan air," kata dia.
Baca juga:
Cegah Banjir, Pemprov DKI Keruk 1,29 Juta Meter Kubik Lumpur dari Saluran Air
12.482 Titik Drainase Vertikal Telah Dibangun untuk Pengendalian Banjir Jakarta
Pemprov Klaim Banjir di Jakarta Akibat Curah Hujan Surut Kurang dari Enam Jam
288 Unit Alat Berat Disiagakan Hadapi Banjir Jakarta
Anies Sebut Banjir Tak Lihat Wilayah Administrasi, Semua Daerah Harus Siaga
Anies Minta Warga Jakarta Siap dan Siaga Selama Banjir Berlangsung
Anies Beberkan Tiga Kondisi Banjir di Jakarta yang Perlu Diantisipasi