Anies Beberkan Tiga Kondisi Banjir di Jakarta yang Perlu Diantisipasi
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan tiga kondisi penting dari banjir yang perlu diantisipasi Jakarta. Pertama, banjir rob, kedua curah hujan ekstrem lokal, ketiga curah hujan ekstrem di kawasan pegunungan.
Pertama, banjir rob. Anies mengatakan sebagai wilayah yang berada di pesisir pantai, banjir merupakan suatu kondisi sulit dihindari, terlebih saat air laut mengalami pasang.
"Ketika permukaan air laut meningkat maka ada kawasan kawasan di Jakarta yang berpotensi mengalami rob, ini front pertama yang harus diantisipasi," ucap Anies saat memimpin apel kesiapsiagaan hadapi bencana dampak fenomena La Nina di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (14/11).
Kondisi kedua adalah hujan ekstrem lokal, atau hanya sebagian wilayah Jakarta. Dari kondisi ini Anies mengatakan bahwa drainase vertikal yang ada memiliki daya tampung terbatas yaitu rerata 100 mm hujan per hari.
Jika curah hujan melebihi daya tampung, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tidak membantah akan terjadi banjir. Untuk itu, ia meminta masyarakat dapat mengantisipasi kondisi tersebut.
"Bila dalam satu hari hujan terjadi di atas 100 mm maka akan terjadi genangan karena kapasitas daya tampungnya satu hari 100 mm per hari," tuturnya.
Terakhir, banjir kiriman yang dipicu curah hujan ekstrem dari kawasan hulu yang mengalir ke sungai-sungai di Jakarta.
"Bila volume air yang masuk ke Jakarta melampaui kapasitas sungai kita maka terjadi luberan ke kanan kiri sungai," pungkasnya.
Ia menyebutkan, kemampuan sungai di Jakarta menampung 2300 meter kubik per detik, sementara Sungai Ciliwung disebut Anies berkapasitas 600 meter kubik perdetik.
Dengan demikian, kata Anies, ketika volume dan debit air datang dari pegunungan pernah mencapai 3.300 kemampuan sungai di Jakarta tidak akan mampu menampung.
"Waya berikan ilustrasi tiga front ini untuk kita semua, ketika berbicara tentang bersiaga konkret yang mau disiagakan di mana persiapannya apa langkahnya apa. Siaga bukan soal upacara siaga bukan soal menyiapkan alat-alat, siaga adalah soal antisipasi untuk menyelamatkan."
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya