Pemenang tender UPS fiktif, Ahok selidiki bagian ULP
Mantan Bupati Belitung Timur ini menduga adanya kecurangan yang dilakukan ULP dalam melakukan pengecekan perusahaan.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan menelusuri pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS). Salah satu indikasinya kecurangan tersebut karena perusahaan pemenang pengadaan rata-rata tidak memiliki kapasitas untuk menang.
Basuki atau kerap disapa Ahok mengatakan, penyelidikan akan dilakukan kepada Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP). Saat itu, ULP masih dipimpin oleh Dewa Gede Sony yang saat ini telah dicopot dari jabatannya.
"Kami sedang minta teknologi untuk bisa memisahkan perusahaan seperti apa. Makanya Sony saya lepas. Sejak kejadian 2014, Sony baru saya lantik Oktober dan saya lepas 2 Januari 2015," tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/3).
Mantan Bupati Belitung Timur ini menduga adanya kecurangan yang dilakukan ULP dalam melakukan pengecekan perusahaan. Sehingga kini dia akan melakukan penyelidikan terhadap staf ULP yang ikut bermain dalam pemenangan tender UPS ini.
"Saya lagi sisir lagi siapa stafnya yang terlibat main pengadaan barang UPS saya akan stafkan. Kalau sudah staf, saya akan lepas TKD-nya biar gaji aja," jelasnya.
Selain itu, suami Veronica Tan ini akan melakukan perbaikan sistem pengawasan. Sehingga perusahaan yang ikut lelang memenuhi kriteria minimum. Ini dilakukan agar tidak ada lagi perusahaan aneh-aneh memenangkan tender di Pemprov DKI Jakarta.
"Sistemnya harus kita perbaiki. Ini sebetulnya bukan cuma soal sistem. Sistemnya sudah bagus mental orangnya juga harus diperbaiki. Makannya saya harap ini bisa dibongkar. Masa kantor pakan ternak dan kantor fotokopi yang tender," tutupnya.
Baca juga:
CV Tanjung Langit: Kita dapat proyek UPS dari tender sesuai prosedur
KPK harus unjuk gigi bongkar kasus dugaan 'dana siluman' APBD DKI
Tunjangan kinerja belum cair, Ahok minta maaf ke PNS DKI
Tim Angket DPRD DKI siap laporkan Ahok ke Bareskrim
Lulung sebut Ahok sempat suap dewan Rp 12,7 T muluskan APBD DKI