LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Pembangunan jalur sepeda di trotoar Jl Asia Afrika dinilai asal-asalan

Bugie Hartono, salah satu anggota komunitas sepeda, Bintaro LOOP mengatakan standarnya jalur sepeda memiliki lebar 1.5 meter. Tak cuma itu, ada jarak minimal satu meter dengan jalur umum. Jikalau tidak memenuhi standar seperti, Bugie menyarankan untuk tak perlu dibangun.

2018-08-01 18:06:54
Trotoar Jakarta
Advertisement

Jalur sepeda di trotoar Jl Asia Afrika menuai kritik. Penempatan jalur yang tak biasa ditambah tiang listrik yang menghalangi menjadi salah satu penyebab.

Kritik disampaikan Bugie Hartono, salah satu anggota komunitas sepeda, Bintaro LOOP. Menurut dia, pemerintah terkesan asal-asalan dalam membangun jalur di lokasi tersebut.

Dia coba membandingkan dengan jalur khusus sepeda yang telah ada pada pemerintahan sebelumnya. Jalur khusus sepeda di Jalan Barito misalnya. Di sana, penempatannya mengambil sedikit badan jalan.

Advertisement

"Menurut saya jalur sepeda yang dibangun pemerintah di sini kurang pas karena berada di trotoar," ujar dia ketika dihubungi, Rabu (1/8).

"Kalian coba lihat fungsi dari trotoar itu untuk pejalan jalan jaki," katanya.

Dari situ, Bugie berpendapat pembangunan jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat tak ada perencanaan lebih dulu dan sepertinya cuma formalitas.

Advertisement

"Terlihat agak asal-asalan, pembangunan terkesan menandakan yang penting sangat kelihatan ada saja," ujar dia.

Bugie menjelaskan, standarnya jalur sepeda memiliki lebar 1.5 meter. Tak cuma itu, ada jarak minimal satu meter dengan jalur umum. Jikalau tidak memenuhi standar seperti, Bugie menyarankan untuk tak perlu dibangun.

"Tak usah dibuatlah. Malah mubazir nanti. Saya yakin juga pesepeda tidak ada yang pakai. Mereka mendingan menggunakan jalur umum," ujar dia.

Sebelumnya, Petugas dari Suku Dinas (Sudin) Perindustrian dan Energi Kota Jakarta Pusat membongkar tiang-tiang di sepanjang Jalan Asia Afrika, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Seorang petugas lapangan, Eddy mengatakan, menerjunkan 35 petugas untuk membongkar tiang-tiang yang menganggu jalur khusus sepeda. Terdata, ada 10 tiang yang dinilai menghalangi pengendara sepeda.

"Totalnya 14 tiang dari depan Hotel Mulia sampai Pintu 1 Asia Afrika. Ada 10 yang menutup jalur sepeda," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
'Kok jalur sepeda malah menyatu dengan trotoar'
Halangi jalur sepeda, tiang listrik dan lampu di trotoar GBK dicabut
Penempatan jalur sepeda ramai dikritik, tiang listrik di Jl Asia Afrika dikorbankan
Menhub Budi tak tahu soal separator dicat warna-warni oleh Pemprov DKI
Begini penampakan jalur sepeda di trotoar GBK yang terhalang tiang
Ada aturan lalu lintas, Anies kembalikan marka jalan hitam putih lagi
Polisi pertanyakan maksud Pemprov DKI cat warna warni separator jalan

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.