Pasang iklan di tiang monorail, direksi PT JM dipanggil Jokowi
"Ini langsung saya tanyakan uang itu lari kemana, bayar atau tidak. Karena masang iklan dimanapun harus bayar."
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak mengetahui mengenai pemasangan iklan di tiang monorail milik PT Adhi Karya. Oleh karena itu ia akan segera memanggil PT Jakarta Monorail (JM) untuk mencari tahu kemana uang iklan tersebut dilarikan.
"Sayakan baru tahu kemarin, ini langsung saya tanyakan uang itu lari kemana, bayar atau tidak. Karena masang iklan dimanapun harus bayar," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/3).
Jokowi menambahkan, pemasangan iklan atau reklame harus melalui proses administrasi. Mulai dari izin hingga pembayaran pajak reklame. Jika benar ada uang untuk penggunaan tiang monorail, seharusnya masuk ke PT Adhi Karya selaku pemilik tiang.
"Saya tidak mengerti makanya nanti saya tanyakan masuk kemana? Mestinya kan pemiliknya Adhi Karya," tutupnya.
Seperti diketahui, tiang monorail selama ini masih menjadi polemik antara PT Jakarta Monorail (JM) dan PT Adhi Karya. Sebab kepemilikan tiang itu masih dipegang oleh PT Adhi Karya, sebab PT JM belum melunasi pembayaran Rp 190 miliar.
Sedangkan beberapa tiang monorail di kawasan Senayan nampak terpasang iklan. Hingga saat ini biaya pembayaran iklan tersebut belum diketahui masuk ke PT JM atau Adhi Karya.
Baca juga:
Gagal atasi banjir dan macet, elektabilitas Jokowi terjun bebas
Abraham Samad gandeng Jokowi cegah korupsi di Pemprov DKI
Dapat penghargaan KPK, Jokowi lupa berapa kali lapor gratifikasi
KPK mulai selidiki kasus pengadaan bus BKTB
Jokowi bisiki ketua KPK, minta penggunaan APBD DKI diawasi