Mantan Kabasarnas Duga Banjir Bekasi Karena Program Mitigasi Bencana Masih Kurang
Ia menilai semua pihak fokus pada tanggap darurat bencana. Padahal, seandainya pihak-pihak terkait yang dapat memprediksi cuaca, lalu disampaikan kepada masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan datangnya bencana.
Mantan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo mengaku prihatin dengan kondisi sejumlah wilayah di Kota Bekasi setelah diterjang banjir besar pada Rabu pekan lalu. Padahal keadaan itu bisa diminimalisir jika mitigasi bencana dilakukan dengan maksimal.
"Prihatin karena banjir yg demikian banyak makan korban, meskipun yang meninggal tidak banyak, paling tidak warga itu menjadi korban yang akhirnya tidak nyaman untuk menjalani kehidupan ini," kata Daryatmo di Bekasi, Selasa (7/1).
Ia berkunjung ke lokasi banjir di Jatiasih dalam rangka menyalurkan bantuan dari Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) dan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas.
"Saya melihat program mitigasi terkait bencana ini masih kurang. Manajemen bencana ada tiga, sebelum atau before itu namanya mitigasi, juring atau tanggap darurat, kemudian rehabilitasi dan restrukturisasi," kata pensiunan jenderal TNI AU yang pernah memimpin pencarian pesawat Shukoi di Gunung Salak, Bogor pada 2012 ini.
Ia menilai semua pihak fokus pada tanggap darurat bencana. Padahal, seandainya pihak-pihak terkait yang dapat memprediksi cuaca, lalu disampaikan kepada masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan datangnya bencana.
"Kalau ini kan enggak, tanggal 31 tidak ada satu pun orang bicara banjir, padahal banjir itu bahan bakunya apa? Air, air itu dari hujan, hujan itu bisa diprediksi," katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, kejadian banjir parah di Kota Bekasi ini menjadi suatu pelajaran bagi semua, tak terkecuali pemerintah. "Supaya ke depan itu, tidak akan seperti ini lagi, kemudian lingkungan juga menurut saya, kurang kerja dengan baik, sampah dibuang sembarangan, itu juga memperparah dari kondisi banjir," katanya.
Baca juga:
Jokowi Minta Kepala Daerah Beri Peringatan Dini ke Warga Soal Daerah Rawan Bencana
Jokowi Mau Korban Longsor di Sukajaya Bogor Direlokasi, Pemerintah Siapkan Rumah
Kesibukan Tim Rescue Arsip Restorasi Dokumen Korban Banjir
Korban Banjir yang Rumahnya Hancur Bakal Dapat Santunan Rp500 Ribu Per Bulan
Mendagri Tito Cek Posko Penggantian Dokumen Kependudukan Warga Korban Banjir
Ini Syarat Penggantian BPKB Rusak atau Hilang Akibat Banjir di Polda Metro Jaya