Lulung sesalkan sopir bus Transjakarta lecehkan rekan kerja dipecat
Lulung menyarankan sebaiknya sopir bus itu hanya diberi peringatan apabila baru melakukan kesalahan.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Lulung memberikan tanggapan terkait pelecehan seksual yang dilakukan Sopir Bus Transjakarta, Tutuq Wahyu Widodo (50) terhadap rekannya Irma Rahmadewi (21) yang bekerja sebagai petugas on-board bus Transjakarta.
Lulung mengatakan, TWW harus diberi peringatan karena ulahnya. Karena, menurutnya, perbuatan TWW telah melanggar peraturan yang telah ditetapkan PT Transjakarta.
"Ya itu melanggar etika dan norma itu. Dan itu kalau ada ketentuan dalam peraturan di Transjakarta, mereka harus diberi peringatan. Jangan semaunya apalagi persoalan etika tadi," kata Lulung saat dihubungi, Kamis (3/12).
Meski demikian, Lulung menyarankan agar pihak Transjakarta tidak langsung memecat TWW. Lulung menyarankan lebih baik pemberian sanksi dilakukan melalui prosedur surat peringatan.
"Tapi jangan dulu dipecat lah. Orangkan diberi peringatan 1, 2. Tapi jangan diulang lagi itu kan pelecehan. Malu dong," jelas politikus PPP ini.
Seperti diketahui, pelecehan yang dilakukan TWW kepada IR terjadi di bus Transjakarta TJ0186 jurusan PGC-Harmoni pada Sabtu 28 November, pukul 21.40 WIB. Pelecehan yang dilakukan TWW adalah pelaku diduga mencolek kemaluan korban di dalam bus.
Mendengar kejadian itu, Direktur Utama Transjakarta A.N.S Kosasih menyatakan pihaknya akan memberikan sanksi tegas apabila bawahannya melakukan tindakan asusila, perjudian dan tindak pidana kriminal lainnya.
"Sesuai peraturan Perusahaan, semua personel Transjakarta yang melakukan tindakan asusila, perjudian, menggunakan narkoba dan terlibat tindak pidana kriminal sanksinya adalah pemecatan." Kata Kosasih melalui keterangan persnya, Kamis (3/12).
Baca juga:
Colek bagian vital petugas, sopir Transjakarta diburu polisi
Ahok sudah berulangkali ancam, Transjakarta nyatanya tetap bobrok
Ada pembongkaran JPO, mulai tengah malam Jl Jend Sudirman ditutup
Terbukti lalai, sopir Transjakarta vs KRL tidak ditahan
Jalur Transjakarta akan diperpanjang sampai Bekasi & Tangerang
Transjakarta dikritik, daya angkut minim, headway juga terlalu lama
Beroperasi 12 tahun, daya angkut Transjakarta dinilai masih rendah