Lahan berkurang, Sofyan Djalil sebut reklamasi sebuah keniscayaan
"Reklamasi bisa jadi opsi, asalkan studi amdalnya jangan sampai ada dampak negatif," ujar Sofyan Djalil.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil menilai, reklamasi adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat terelakkan. Jumlah penduduk yang terus bertambah, sedangkan lahan untuk tempat tinggal akan semakin berkurang.
"Saya pikir reklamasi itu suatu keniscayaan untuk kota besar seperti Jakarta ini," ujarnya di Balai kota DKI Jakarta, Kamis (14/4).
Melihat tren kota besar di pinggir pantai umumnya melakukan reklamasi. Sehingga reklamasi merupakan salah satu jalan keluar, saat sebuah daerah mulai padat dan kehabisan lahan.
"Reklamasi bisa jadi opsi, asalkan studi amdalnya jangan sampai ada dampak negatif," kata mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian ini.
Permasalahan reklamasi di kawasan teluk Jakarta sejauh ini masih jauh dari subtansinya. Kebanyakan permasalahan yang dibahas bukan mengenai dampak ekonomi, lingkungan dan perencanaannya. Salah satu penyebabnya karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan M Sanusi sebagai tersangka dugaan korupsi untuk memuluskan pengesahan peraturan daerah terkait reklamasi.
"Jadi sekarang ini lebih banyak diskusi distorsi karena kasus korupsi, tapi kalau reklamasinya sendiri, saya pikir kota-kota besar di dunia sudah pakai untuk solusi atas masalah keterbatasan lahan," tutup Sofyan.
Baca juga:
Jakarta punya Pulau Seribu, proyek reklamasi dinilai tak manfaat
Reklamasi dinilai cuma bikin banjir di Jakarta makin parah
Amdal reklamasi Teluk Jakarta harus dibahas bersama Jabar dan Banten
Ahok: Sekarang Bu Susi berani enggak batalin reklamasi?
Heru Budi Hartono usai diperiksa KPK terkait suap Raperda reklamasi
Komisi IV sindir Ahok soal reklamasi: Kelola negara ada aturan