Korban tenggelam di Ciliwung: Aku gak mau mati, aku punya anak
"Aku sempat ketiban atap, sempat pingsan," cerita Tari.
Bayangan anak-anaknya yang masih kecil menguatkan tekad Tari (31) untuk bertahan menyelamatkan diri dari derasnya air Kali Ciliwung. Wanita beranak dua ini jatuh ke dasar kali setelah rumah kontrakan yang dihuninya, longsor digerus air hujan pada Minggu (19/1) dini hari.
"Aku sempat ketiban atap, sempat pingsan. Pas sadar dalam hati aku bilang, aku gak mau mati, aku gak mau mati, aku punya anak," tutur Tari kepada merdeka.com saat ditemui di rumah eyangnya, di Tanjung Sanyang, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (19/1).
Wanita yang sehari-hari berdagang di Rumah Sakit Budi Asih, Jakarta Timur, masih ingat ketika rumahnya longsor, dirinya langsung tenggelam ke dasar Kali Ciliwung. Dia pun sempat diputar-putar oleh derasnya arus air.
"Pas aku sudah sampai ke atas lagi, air kalinya kan deras. Aku kayak diputar-putar," ujarnya.
Setelah berhasil diselamatkan oleh tim SAR dan warga, Tari mengaku tidak dapat tenang, pasalnya, temannya yang tinggal dengannya, Eva (22) belum ditemukan.
"Aku bilang ke tim SAR, kalau teman aku belum ditemukan, aku enggak mau dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Beruntung, tidak lama setelahnya, berjarak sekitar 500 meter dari lokasi longsor, Eva berhasil ditemukan. Kemudian, keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Budi Asih untuk menjalani perawatan.
Sebelumnya, rumah kontrakan yang dihuni Tari (31) dan Eva (22) di RT 7, RW 8, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur longsor tergerus air hujan pada Minggu (19/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Rumah yang berada tepat di pinggir kali tersebut habis tak tersisa.
"Habis semuanya, sampai dua motor saya juga masuk ke kali," ujarnya lirih.
Baca juga:
Rumah kebanjiran, warga Petogogan pilih nangkring di atap rumah
Banjir, pria paruh baya tenggelam di Kali Pesanggrahan
Pengamat nilai banjir Jakarta warisan, bukan salah Jokowi
Modifikasi Cuaca telat, Banjir Jakarta dituding salah Jokowi