Kejar opini WTP, Anies minta PNS kerja keras dan tak bikin BPK kerepotan
"Tentu ini kerja panjang. Kami menyadari untuk tahun ini tahun 2018 pekerjaan itu terlibat dari 0. Kalau kemarin kita bisa dibilang mendorongnya di akhir mudah-mudahan meskipun mendorong di akhir hasilnya juga sama baiknya," jelas Anies.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terus berupaya agar laporan keuangan Jakarta mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Saat ini, Pemprov DKI telah menyiapkan langkah-langkah untuk memperbaiki terkait laporan keuangan DKI.
"Harapannya bisa mendapatkan opini yang meningkat dari opini yang sebelumnya," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/1).
Dia mengatakan, memang perlu usaha lebih keras lagi agar semuanya dapat dicapai. Dia telah mendorong setiap laporan keuangan dan tidak dilakukan di waktu-waktu akhir.
"Tentu ini kerja panjang. Kami menyadari untuk tahun ini tahun 2018 pekerjaan itu terlibat dari 0. Kalau kemarin kita bisa dibilang mendorongnya di akhir mudah-mudahan meskipun mendorong di akhir hasilnya juga sama baiknya," jelasnya.
Agar tercapai, Anies telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk membantu BPK dalam penilaian demi Jakarta yang lebih baik.
"Jangan sampai BPK mengalami kerepotan bantu apa pun yang dibutuhkan dokumen-dokumen sehingga proses pemeriksaan ini bisa berjalan sesuai jadwal dan bisa memberikan hasil sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan," katanya mengimbau.
Jika kemudian terdapat masalah-masalah, Anies berharap segera dikomunikasikan dengannya atau wakil gubernur.
"Dengan Pak Waguh ataupun dengan Pak Sekda silakan untuk menyampaikan review," jelasnya.
Baca juga:
Gubernur Anies ajak warga kurangi sampah karena per hari capai 7.000 ton
Anies pertimbangkan A.H Nasution jadi nama jalan karena jasanya untuk bangsa
Biasa lari, hari ini Sandiaga gowes sepeda ke Balai Kota
Becak era Anies-Sandi tak lagi berpenumpang emak-emak melainkan 'politik'
Terjebak wacana hidupkan kembali angkutan becak di DKI
Sandiaga terkejut Pulau Tidung krisis ikan segar
Sandi belum bisa pastikan keluarkan Pergub atau Perda buat becak