Jokowi: Rasio jalan Jakarta berbeda dengan Surabaya
"Setiap daerah punya kondisi yang berbeda-beda. Kalau memang rasio jalannya cukup, ngapain ditambah," ujar Jokowi.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) enggan dibandingkan dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam mengambil keputusan soal pembangunan jalan tol. Menurut Jokowi , rasio jumlah jalan di Jakarta dan Surabaya sangat jauh berbeda.
"Setiap daerah punya kondisi yang berbeda-beda. Kalau memang rasio jalannya cukup, ngapain ditambah," ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Kamis (20/2).
Menurut Jokowi , apabila rasio jalan tidak sesuai dengan pertumbuhan kendaraan maka jalan-jalan di Jakarta harus ditambah sehingga rasio jalan dan kendaraan seimbang.
Topik pilihan: Jokowi | Ahok
"Kalau rasio jalannya kurang, kenapa tidak ditambah, gampang aja. Ini soal angka, jangan dibanding-bandingi lah," kata Jokowi .
Seperti diketahui, Ketua Dewan Transportasi Jakarta Azas Tigor Nainggolan mengatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo harus mencontoh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam menolak pembangunan jalan tol di Surabaya. Pasalnya, Jokowi , sapaan Joko Widodo, menyetujui pembangunan jalan-jalan tol di Jakarta.
"Kalau melihat ketegaran Bu Risma dalam menolak jalan tol, Pak Jokowi harus mencontoh," ujar Tigor kepada wartawan, Kamis (20/2).
Baca juga:
Jokowi diminta contoh Risma tolak pembangunan jalan tol
Perbaikan JLNT Tanah Abang-Kampung Melayu tunggu matahari
Anggota DPRD DKI tuding proyek JLNT Casablanca berbau korupsi
Pemprov DKI akui JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang sudah rusak
Kota Kasablanka bikin macet, Jokowi siap turun tangan