Jokowi gandeng NTT minta pasokan sapi agar Jakarta tak impor
Pasalnya, 60 persen konsumsi daging nasional ada di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya bakal melakukan penandatanganan kerja sama terkait pengembangan peternakan sapi. Penandatanganan tersebut untuk mengurangi ketergantungan impor sapi dari luar negeri.
Jokowi mengatakan harga daging sempat melonjak tajam di Jakarta lantaran tidak adanya pasokan daging. Bahkan, harga daging sapi tembus mencapai Rp 120.000 per kilogram. Pasalnya, 60 persen konsumsi daging nasional ada di Jakarta.
"Dulu langka-langkanya dan mahal-mahalnya daging, 60 persen konsumsi daging di Jakarta, saya bicara sama Gubernur NTT. Di NTT sapi banyak, daging banyak, mau ngembangin ternak sapi di sini juga bisa. Nantinya BUMD dan BUMD," ujar Jokowi di Kupang, NTT, Selasa (29/4).
Menurut Jokowi , kerja sama tersebut dapat mengurangi ketergantungan impor. Apalagi, NTT merupakan daerah yang dapat mengembangkan ternak sapi dan melakukan pembibitan sapi. Sehingga, lanjut dia, ketergantungan terhadap impor dapat diatasi.
"Jangan kita ini ketergantungan sekali dengan impor. Di sini (NTT) mestinya pembibitan bisa, penggemukan bisa, Pak Gubernur sudah bilang ada peternakan. Bukan hanya masalah lebaran, daging 60 persen konsumsi nasional itu di Jakarta," kata dia.
"Iya. Arahnya ke situ dong. Kalau kerja sama ini bisa, di sini (NTT) untung, di Jakarta untung. Artinya kita punya stok daging sapi yang jelas. Yang cukup," lanjut Jokowi .
Baca juga:
Kunjungi Pasar Oeba NTT, Jokowi beli bawang merah 1 kg
Malam ini Jokowi terbang ke NTT teken nota soal pangan
Jokowi gandeng Pemprov NTT amankan pasokan daging di Jakarta
Ini analisa Jokowi soal penyebab kebakaran pasar di Jakarta
Baru menjabat di Jakarta, Pangdam Jaya sowan ke Jokowi