LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Jemput anak majikan, sekolah di Jakut larang PRT duduk di kursi

Sekolah itu melarang para pembantu masuk lantaran mereka takut tempatnya jadi bau.

2016-04-06 15:01:21
Penganiayaan PRT
Advertisement

Pembantu Rumah Tangga (PRT) kerap mengalami kekerasan dari majikannya. Bahkan mereka dipecat secara sepihak karena dianggap lamban bekerja dan tak mempunyai sopan santun.

Pengurus Serikat PRT Sapu Lidi, Diah, menceritakan ada salah satu sekolah di kawasan Jakarta Utara memperlakukan PRT sebelah mata. Mereka bisa diusir oleh satpam sekolah karena duduk di kursi ruang tunggu para orangtua untuk menjemput putra-putrinya.

"Jadi PRT disuruh nunggu di luar tak boleh duduk. Kalau mau duduk di bawah saja lesehan bilangnya bau," kata Diah saat ditemui di Kantor LBH Jakarta, Rabu (5/4).

PRT itu yang diminta menjemput anak majikannya dilaporkan orangtua murid salah satu sekolah tersebut. Akibatnya para PRT menerima teguran oleh majikan, bahkan adanya sampai dipecat karena duduk di kursi ruang tunggu salah satu sekolah tersebut.

"PRT nya kan kasian dipecat dan dipukul karena malu pembantunya duduk sepadan dengan orangtua murid sekolah," kata dia seraya menambahkan kejadian tersebut dialami pada tahun 2010.

Ditambahkan Koordinator Jala PRT Lita Anggraini, para PRT juga tak diperbolehkan naik lift bersama majikannya karena berbeda strata atau status sosial. Oleh sebab itu, para PRT diminta naik lift barang atau tempat buang sampah.

"Lift itu jadi tak nyaman buat PRT karena dimasukkan lift sampah oleh majikan. Kalau enggak mereka naik tangga apartemen tempat tinggal majikan," kata dia.

Para PRT, kata dia, juga tak boleh duduk di kursi rumah majikan lantaran takut kotor. Majikan juga kerap menyekap para PRT digaransi saat majikan menjemput anaknya sekolah.

"Bayangin saja kalau kebakaran mereka (PRT) tak bisa keluar rumah. Majikan kunci lemari dan kamarnya sendiri maklumi, ini semua rumah dikunci. PRT kadang juga disuruh nunggu diluar rumah waktu pergi sebentar akibatnya kan kerjaan tertunda," kata dia.

Baca juga:
Polisi dinilai lamban tangani kasus kekerasan Ivan Haz
Tak perjuangkan RUU PRT, Jokowi diminta reshuffle Menteri Hanif
Syarat lowongan kerja Hotel Hawaii Bali berunsur SARA
Intoleransi di Yogya tinggi, LBH desak pencabutan sejumlah aturan
Siswa muslim Swiss tolak salaman dengan guru wanita

(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.